Rabu, 24 Mei 2017

AHOK CAHAYA LILIN DALAM GELAP

Pilkada DKI Jakarta sangat panas sejak menjelang hingga berakhir sekarang pun masih berbuntut panjang dan belum selesai. Sebenarnya Pilkada DKI Jakarta tidak akan sepanas ini kalau saja Buni Yani TIDAK mengedit video Ahok dan menyebarkannya dengan status Penista Agama?? Ahok sangat sulit dicarikan tandingannya karena bukti kerja nyata pemerintahan masa Ahok-Djarot ini sudah dinikmati dan sedang dilakukan selanjutnya sebelum Video Editan Buni Yani menyebar.

Saat Video Editan Buni Yani menyebar luas inilah moment yang tepat untuk Tangan2 Kotor ikut campur dan bergabung menjadi Tandingan Ahok. Mereka menggunakan Editan Buni Yani sebagai senjata ampuh mengalahkan Ahok. Mereka bergerak cepat menyebarkan fitnah kesetiap tempat ibadah Islam dan mempengaruhi orang-orangnya bahwa Ahok telah menista agama Islam. Maka dalam beberapa minggu tersebarlah keseluruh Indonesia menyatakan bahwa Ahok telah menista agama Islam, rakyat yang beragama Islampun marah dan berbondong-bondong datang ke Jakarta untuk Demo Ahok agar ditangkap karena telah menista agama Islam.

Ahok tidak bisa berbuat apa-apa lagi walau telah berulang-kali memberi penjelasan dan meminta maaf tapi pintu maaf tidak ada buat Ahok karena rakyat Indonesia yang beragama Islam memang lebih percaya pada yang mereka terima dari kotbah di ibadah mereka daripada Pernyataan Maaf Ahok.
Masyarakat yang cerdas dan bijak melihat dan mendengar bukti-bukti nyata sajalah yang bisa terima Ahok dan memaafkannya, namun ternyata Masyarakat Indonesia memang masih lebih banyak yang sempit dan terbelakang pengetahuan sehingga lebih percaya orang yang seiman dengan mereka walau mereka tau orang-orang tersebut mempunyai masalah dalam pemerintahan maupun sosialnya. Satu hal yang sangat disayangkan yaitu etnis Cina yang dibenci dari generasi ke generasi di bumi Indonesia ini pun menjadi sasaran mereka lagi.
Demo pun digelar ditengah jalan memblok jalan-jalan menuju Monas-Istana Merdeka dari riuh ramai hingga sore hari semakin panas dan rusuh. Kekacauan terjadi itu yang memang diinginkan Tangan2 Kotor dibelakang mereka. Negara pun jadi terancam dan Presiden pun mengakui adanya Tangan2 Kotor yang sengaja menunjang mereka untuk mengambil alih pemerintahan.

Masih belum diketahui secara nyata siapa dalang yang menunjang semua ini karena mungkin sudah biasa sehingga mereka mencuci tangan mereka bersih tanpa bekas walau secara bayang2 sudah terlihat siapa Tangan2 Kotor dibalik semua itu, namun sayang masih tidak bisa dinyatakan bersalah. Belum ada bukti kuat dan Mengingat eratnya tali yang mereka ikat dalam ikatan agama Islam sehingga sulit melepaskan ikatan tersebut antara agama dengan sang dalang, termasuk kebencian turunan pada etnis Cina yang semakin meruncing lagi. Ahok diajukan ke Pengadilan dan disidang. Pada saat-saat sidang berlangsung, massa pun tetap demo dengan maksud menekan pengadilan untuk Memenjarakan Ahok. Pilkada tetap berlanjut karena Ahok dinilai Kooperatif memenuhi panggilan sidang sehingga Ahok masih bisa bebas.

Putaran pertama Pilkada ada tiga paslon dan semakin panas ikut campurnya SBY demi membela anaknya paslon 1 untuk jadi Gubernur. Ada kecurangan dalam Pilkada Putaran 1 dimana banyak masyarakat yang kehilangan pilihnya dengan berbagai alasan. Akibatnya hasil akhir menentukan Paslon 1 Agus Silvy gugur. Paslon 2 Badja menang tipis dari Paslon 3 Anies Sandi. Seandainya Tidak ada Kecurangan pada Putaran 1 Paslon 2 menang tipis dari Paslon 3 Anies Sandi. Yakin?? Tentu, karena Studi membuktikan bahwa kebanyakan yang kehilangan hak pilih saat putaran 1 itu adalah pendukung Badja (Paslon 2)

Persidangan Ahok pun terus berlanjut dan semakin nyata membuktikan bahwa Ahok Tidak Menista Agama Islam. Rakyat pun sudah mulai disadarkan dan pemuka2 agama yang sadar pun dirangkul negara untuk memberikan kesadaran pentingnya berdemokrasi yang toleransi sesama agama dan Jaksa Penuntut pun menuntut Ahok dengan pasal yang berbunyi tidak ada penistaan agama tapi penistaan terhadap orang-orang yang berpolitik yang menggunakan ayat suci agamanya untuk berpolitik. Sayangnya Hakim mengetuk PALU KEADILAN dengan tuntutan 2 tahun penjara untuk Ahok sebagai Penista Agama dan langsung ditahan. Sungguh Mengejutkan dan Tidak disangka Hakim bisa berbuat TIDAK ADIL.

Rakyat pendukung Ahok pun marah, sedih bercampur tapi tetap dengan AKAL SEHAT. Mulai dari Karangan Bunga saat pasca persidangan Ahok, Nasi Tumpeng, Balon hingga pasca Ahok dipenjara terus berdatangan mengalir berlanjut dengan Konser Persatuan dan Aksi 1000 Lilin yang didukung hingga mendunia, Kartu Ucapan dan Surat Untuk Ahok pun mengalir karena Ahok dipenjara hanya bisa dihubungi melalui surat/tulisan manual. Pasukan Demo dijalanpun tetap setia dan teratur diadakan oleh Pendukung Ahok yang Setia. Sempat Emosi dan hampir Meledak untungnya Mereka masih SADAR dan Patuh pada pak Jarot Wakil Gubernur sekaligus Teman Sejati pak Ahok yang kini menggantikan pak Ahok sementara jadi Gubernur. Kerusuhan pun tidak terjadi dan semua pulang dengan Damai. Dunia pun Mendukung Ahok untuk mendapatkan KEADILAN dan Ahok pun semakin BIJAKSANA dan BERSERAH PADA TUHAN. Ahok mencabut usaha Naik Banding di Pengadilan dan menerima dirinya untuk dipenjara selama 2 tahun dengan alasan untuk Rakyatnya Umat yang beragama Islam yang akan melakukan PUASA.

Sungguh Suatu Keputusan yang sangat Menyakitkan dan Menyedihkan. Seorang Ahok yang TIDAK MENISTA AGAMA di PENJARA dengan Tuduhan Menista Agama dan di Penjara 2 tahun. Tapi dibalik semua itu ada KEBIJAKSANAAN. Ahok telah memutuskan keputusan yang Bijak untuk Semua, walau sebenarnya adalah PENGORBANAN DIRI nya dan Keluarga nya. Istri pak Ahok yang membacakan SURAT AHOK sebagai keputusan pak Ahok yang ditulis di penjara itu pun Tak kuasa membacakan surat suami tercinta untuk rakyat yang dicintainya, istri pak Ahok pun MENANGIS dan Pendukung Ahok pun Turut Menangis. Sedih, Marah namun Bijaksana. Berkorban untuk Kepentingan Rakyat adalah seorang NEGARAWAN SEJATI.

Jadi teringat Rasul Paulus saat dia dipenjarakan karena Yesus. Rasul Paulus tidak berbuat Salah, dia hanya mengabarkan dan menyatakan KEBENARAN dari Kebohongan Agama dan Adat istiadat Yahudi dari generasi ke generasi.(sama seperti sekarang ini mayoritas dan minoritas). Saat dipenjara Rasul Paulus menggunakan waktunya untuk menulis surat kepada umatnya, menginspirasi pendukungnya dan mengabarkan Kebenaran tentang Yesus dipenjara. Inspirasi yang sama dengan Ahok dimana pak Ahok menjadi Inspirator bagi para Pendukung dan Pengagumnya. Satu Lilin menyala menerangi Seluruh Ruangan yang Gelap. Cahaya Lilin yang membuat semua Jelas dan Nyata. Inspirasi tentang Kebenaran dalam Kelicikan. Kebenaran yang berani diungkapkan itu dianggap suatu Kesombongan dan Arogansi yang membuat semua yang licik Tersinggung bahkan Marah, tidak menerima kenyataannya yang telah terbongkar sehingga Kebencian meliputi Fitnah dan Intimidasi meluas hanya dengan tujuan Cahaya Lilin itu MATI.

Cahaya Lilin itu telah Mati. Ahok dipenjara selama 2 tahun dan sudah mencabut Naik Banding nya. Ahok Pasrah dan Bersandar pada Tuhan Yesus. Namun 1000 Lilin-lilin kecil tumbuh menyala bercahaya di Jakarta, luar Jakarta bahkan sampai di DUNIA. Dunia mengakui adanya ke Tidak Adil an dalam Pengadilan dan Dunia mendukung Ahok Tidak Menista Agama. Dunia pun dibangunkan oleh Cahaya Lilin yang mati ini. Lilin-Lilin Kecil pun bermunculan menyinari Dunia untuk menyinari satu lilin yang mati untuk ber CAHAYA kembali.

TETAP BERSINARLAH DAN BERCAHAYALAH LILIN KECIL DITENGAH KEGELAPAN.