Minggu, 03 November 2013

Kenangan tak terlupakan di Makassar


 
Kami berlima mendapat tiket promo murah dari Air Asia ke Makassar, namun dua hari sebelum keberangkatan satu teman kami batal pergi karena keperluan keluarga yang mendadak, maka kami pun berempat janjian ketemu di Bandara. Setelah check in board, kami menunggu di ruang tunggu lalu kami pergi ke toilet dan selesai dari toilet kami mendengar panggilan terakhir untuk penumpang menuju Makassar. Kami  pun bergegas menuju pintu yang sudah ditunggu petugas mengantar kami ke mobil khusus :D seperti tamu agung saja. Setelah mengucap terima kasih pada pak supir, kami pun berlari menuju tangga pesawat yang sudah ditunggu para petugas yang tersenyum melihat kami berlari-lari ke tangga :D

Sesampai di Makassar, satu dari teman kami dijemput keluarganya, tinggal kami bertiga berjalan menuju halte bus Damri yang mengantar kami ke hotel. Sayangnya bus Damri tidak lewat hotel, maka kami diturunkan di jalan yang ada angkutan umum menuju hotel.

Kami naik Pete-pete angkutan umum yang mengantar kami sampai di ujung jalan menuju hotel, namun kami masih harus berjalan lagi mencari hotel nya diterik panas matahari siang itu. Akhirnya kami menelpon hotel untuk mendapatkan lokasi hotel yang tepat.

Akhirnya sampai juga dihotel dan setelah check in dan taruh tas dikamar, kami pun keluar mencari makanan untuk makan siang. Kami naik bentor menuju restoran yang kami tuju, namun restoran tersebut tutup karena libur lebaran dan atas saran orang sekitar yang ditanya pak supir, bentor kami pun jalan menuju restoran yang dituju. Dari jauh tercium sedap aroma masakan yang mengundang selera,  ternyata aroma itu datang dari restoran yang kami tuju. Kami pun masuk restoran setelah membayar bentor.
 

Unik menu yang tertulis membuat kami bingung dan bertanya. KTP?TNSP? :D Ternyata KTP adalah ketupat , NSP adalah nasi satu porsi :D dan masih banyak lagi singkatan lainnya :D

Selesai makan, kami naik bentor lagi menuju Pantai Losari. Panas terik yang menyengat tidak membuat kami hilang gaya di kamera :P dan kami pun melanjutkan kuliner kami makan Pisang Epe (pisang bakar dilumuri karamel gula jawa ada yang rasa coklat, keju, durian, stroberi) :D Kami memesan rasa coklat dan durian. :D rasanya manis gula Jawa tanpa coklat dan durian. Coklat dan duriannya tertinggal di pasar :D Kami pun mencicipi sate ayam ketupat dan buras (bungkusan beras) :D lalu kami melanjutkan perjalanan kami menuju utara dengan sedikit bantuan GPS, kami sampai di food court yang terkenal es krimnya di sebelah hotel . Kami pun mencoba satu porsi isi dua scoop rasa vanilla dan durian :P no comment!! Hanya kami masih beruntung Cuma beli satu porsi saja :D

Kami pun melanjutkan perjalanan di Fort Rotterdam. Disana kami puas bergaya bersama benteng tua itu :P lalu kami naik pete-pete menuju pelabuhan. :D ternyata pelabuhan nya bukan pelabuhan tua yang ada kapal Pinisi nya. Kami pun memutuskan untuk pergi ke Karebosi Mall yang terkenal toko dibawah tanahnya dan restoran konro yang enak. Ternyata restorannya sudah pindah dan atas petunjuk satpam kami pun mencari restoran pindahan itu. Sambil jalan dan sesekali bertanya akhirnya kami pun tersesat :D restoran tidak ditemukan dan kami sudah lelah melanjutkan perjalanan :D Kami pun memutuskan naik taxi kembali ke Pantai Losari.

Sesampai di Pantai Losari, para pedagang sudah mulai banyak dikunjungi pelanggannya dan kami pun masuk kekawasan kuliner dan masuk ke restoran Mie Titi. Kami melihat porsinya kecil, maka kami pesan tiga porsi untuk kami bertiga. Tak lama Mie pun datang dan Hah :0 porsinya besar dengan potongan daging ayam yang besar-besar pula :D Terpaksa kami makan pelan-pelan :D

Selesai makan, kami mencari dessert sebagai makanan penutup karena kami sudah tidak sanggup makan yang berat lagi :P

Eh, Bolu Bakar? Penasaran! Seperti apa sih bolu dibakar? Itu pikiran kami, lalu kami masuk dan memesan Pisang Ijo, Palu Butung dan Bolu Bakar. Pelayan bertanya:”Pakai nasi?” kami pun heran dan menjawab:”Tidak pakai nasi”, giliran pelayan yang terheran :”Tidak pakai nasi?”, “ya” kata kami serentak. Tak lama Pisang Ijo (Pisang yang dilapisi adonan kue warna hijau) dengan bubur sumsum dan Palu Butung (pisang yang dipotong-potong) dengan bubur sumsum itu datang. Agak lama kami menunggu Bolu Bakar tapi kami pun mengerti karena dibakar jadi agak lama :P

Pelayan pun datang membawa ikan bakar, lalapan dan semangkuk air cuci tangan. “Kami tidak pesan ikan bakar” kata kami, Pelayan kebingungan dan berkata :”Ini pesanannya tidak salah” lalu kami pun menerangkan :”kami pesan bolu bakar”, “Iyek, ini Bolu Bakar” kata sang pelayan dengan logat Makassarnya. “Bolu Bakar?” “Ikan?” :D meledak tawa kami :D Ternyata “Bolu Bakar” itu adalah “Ikan Bandeng Bakar” :D

Sang Pelayan pun tertawa dan berkata:”Pantas tidak pakai nasi” :D 
 

Kenangan yang lucu dan tak terlupakan dalam wisata kuliner di Makassar.
Posting Komentar