Sabtu, 22 Februari 2014

HARI KE TIGA HINGGA PULANG WISATA KULINER DI MAKASSAR



Hari ke tiga kami bertiga pergi ke Pantai Akarena sebrang Trans Studio. Mencicipi Pisang Epe disana yang lebih enak dan terasa keju dan coklatnya :D Aku mencicipi jagung bakar yang empuk dan hangat ;)
Lalu kami berjalan di taman dan dermaga untuk menikmati angin laut dan terik nya matahari di siang itu sambil bergaya didepan kamera kami :D
Akarena Beach

 Akhirnya perut kami pun minta diisi, namun tidak ada makanan yang istimewa terpaksa kami hanya makan mie baso yang dijual ditaman.
Keluar dari Pantai Akarena kami ke toko Unggul untuk shopping. Disana banyak rupa-rupa jajanan oleh-oleh dan cinderamata dari Makassar dijual dan harganya pun relative lebih murah dari toko di Chinatown.
Selesai shopping, kami balik ke hotel untuk istirahat dan malam nya kami mencari restoran konro pindahan dari Karebosi Mall. Ternyata restorannya masih tutup dan perut kami tidak bisa menunggu untuk diisi lalu kami makan di sebrang restoran konro juga. Harganya cukup mengejutkan dan tidak sepadan dengan rasanya L agak kecewa dan penasaran kami pun pulang ke hotel untuk istirahat.
Hari ke empat, teman dan kakak sekeluarganya menjemput kami dan kami makan baso babi dan siomay kaki lima pinggir sekolah yang sudah terkenal J enak makan sama buras :D
Setelah kenyang kami pun pergi ke Bantimurung untuk bersantai disana, karena Bantimurung diluar kota Makassar dan cukup memakan waktu perjalanan sekitar 2 jam. Sesampai disana bayar tiket masuk Rp. 10,000,-/orang. Cukup ramai pengunjung karena masih libur panjang. Air terjun yang landai pun ramai diminati hingga Goa pun ramai. Kami masuk Goa tempat bertapa Raja Bantimurung dengan menyewa Lampu minyak Rp. 50,000,- menyusuri Goa yang buntu itu.
Wish to be rich forever :D
Keluar dari Goa, anak-anak bermain di aliran air terjun dan yang lainnya bersantai duduk-duduk sambil makan makanan yang dibawa maupun dibeli disana. Aku pergi kea rah Selatan dan terlihat tulisan Goa Mimpi. Penasaran dengan Goa, aku pun berjalan mengikuti petunjuk. Hanya aku sendiri yang disana, sepi sekali lalu datang lah seorang guide menawarkan jasa nya untuk memimpin masuk Goa hingga keluar dari arah lain dekat taman parker sepanjang 800 meter perjalanan dengan harga Rp. 50,000,- untuk leader dan Rp. 50,000,- lagi untuk lampu minyak.
Bagiku harga tersebut cukup mahal, maka aku putuskan untuk jalan sendiri. Ketika aku jalan naik keatas bukit yang semakin tinggi, datanglah seorang lagi menawarkan jasa untuk menemani masuk Goa hanya dengan Rp. 5,000,- dan lampu senter Rp. 15,000,- sebagai penerangan di dalam Goa nanti. Aku pun setuju dan kami pun jalan bersama naik ke atas bukit menuju Goa.
Cukup melelahkan bagiku dan akhirnya aku pun tidak sanggup lagi dan minta istirahat sejenak. Saat istirahat guide tersebut membatalkan untuk masuk Goa dengan alasan dia juga pernah jatuh di Goa dan kakinya patah karena jalannya licin sepanjang Goa, lalu aku pun memutuskan untuk tidak masuk ke dalam Goa hanya mencapai mulut Goa saja.
Sesampai di mulut Goa, ternyata ada dua Goa katanya bernama Goa Istana yang masih belum dikunjungi orang dan Goa Mimpi, goa yang tembus hingga ke taman parkir sejauh 800 meter itu.
Aku sempat berfoto mengabadikan ke dua Goa tersebut, lalu kami pun turun balik turun bukit kembali. Ada perasaan menyesal dalam hatiku kenapa aku tidak masuk saja? Tapi ada perasaan takut untuk masuk ke dalam Goa sehingga perasaan itu mengurungkan niat ku untuk menembus Goa.
Lalu aku bergabung dengan teman-temanku yang lainnya dan pengunjung pun sudah mulai berkurang karena hari semakin sore dan kami pun pulang. Menuju arah Chinatown lagi mencari restoran konro yang membuat kami penasaran :P
Ternyata restorannya masih tutup dan kami pun makan Palu Basah(sup kuning dengan daging sapi bisa pakai jeroan dan kuning telur mentah diatasnya). Lezat sekali :P
Keesokan harinya dihari ke lima hari terakhir kami di Makassar, kami berencana ke Pantai Resort Galesong. Sebelum ke Galesong, kami sempat makan Coto Makasar lagi dan kali ini tidak ada menu antic tapi rasanya lebih lezat dan ramai dikunjungi orang hingga makan pun antri panjang :D
Kami berempat diantar kakak temanku ke Galesong dan akan dijemput sorenya nanti. Tiket masuk Rp. 20,000,-/orang. Lalu kami masuk ke taman dan restoran tepi pantai. Duduk santai disana menikmati semilirnya angin yang berhembus ;)
Aku tidak menyia-nyiakan waktu ku untuk mengambil foto dari patung-patung cupid yang lucu dan lukisan classic di dalam lobby hotel.
My shadow


Wish my dream comes true
Setelah puas memotret patung-patung dan bayangan diri mau pun close up :P aku pun bergabung dengan mereka untuk duduk bersantai di kursi tidur pantai ;)
Hari semakin sore dan matahari pun tidak begitu menyengat panasnya, teman-teman ku main banana boat Rp. 20,000,-/orang dan aku memotret mereka dari tepi pantai :P
Setelah puas bermain di pantai mereka ganti baju dan sempat berfoto saat matahari terbenam. Lalu kami pun menunggu jemputan datang :D
Tak lama jemputan datang dan kami sempat ke rumah kakak temanku untuk menjemput istri dan anaknya untuk makan malam bersama.
Akhirnya Restoran yang kami tunggu-tunggu itu pun sudah buka dan kami pun bisa menikmati Konro Bakar nya yang terkenal enak itu ;)
Selesai makan kami shopping di sekitar toko dekat restoran lalu pulang ke hotel dan mengucapkan salam perpisahan dengan kakak temanku sekeluarga yang baik hati J
Temanku pun menginap bersama kami karena jadwal kami penerbangan yang pertama,pagi-pagi sekali kami sudah check out hotel diantar oleh taxi yang sudah kami sewa.
Selesai sudah wisata kuliner kami di Makassar dan kami terbang pulang ke Jakarta dengan kenangan yang tak terlupakan ;)
Posting Komentar