Senin, 23 Maret 2015

MENJAGA LINGKUNGAN SEHAT

Menjaga Lingkungan Sehat


Apa sih Lingkungan Sehat itu? Mengapa kita harus menjaga Lingkungan Sehat dan apa untungnya kita menjaga lingkungan sehat? Itu pasti akan terpikir selintas dipikiran kita dan sudikah kita menjalankannya? Mari kita sama-sama sadar akan Lingkungan Sehat dan Menjaganya agar tetap sehat.

Lingkungan Sehat itu adalah lingkungan atau daerah yang bersih, tertib, teratur dan sejuk dipandang. Kita mulai dari dalam lingkungan rumah kita. Tentunya kita tiap hari membersihkan rumah dari sampah atau pun kotoran yang tidak kita inginkan. Dari rumah, sampah tersebut akan dibuang keluar rumah agar rumah menjadi bersih dan menjadikan rumah kita tempat kita beristirahat yang tenang dan segar, namun sampah dari rumah itu apakah kita buang sudah pada tempatnya?

Sampah dari rumah, tidak seharusnya dibuang keluar begitu saja. Sampah dari rumah kita, seharusnya kita kumpulkan dalam satu kantong plastik sampah. Tentunya sampah yang kita buang itu bermacam-macam dan akankah kita buang menjadi satu kantong plastik sampah saja? Mulai dari sinilah kita perlu sedikit pekerjaan untuk menjaga lingkungan kita tetap sehat, bersih dan teratur.

Sampah rumah itu terdiri dari bermacam-macam ragam sampah. Mulai dari sampah dapur dan keperluan sehari-hari disebut sampah barang kebutuhan primer, sampah barang-barang sekunder (baju-baju bekas, barang-barang metal/besi keperluan dapur seperti panci bekas, teko, sendok garpu, dan lain sebagainya), dari kaca seperti piring beling, gelas dan lain-lain, dari barang melamin/mica/plastik dan lain sebagainya, hingga sampai sampah barang tersier(barang elektronik seperti radio, televisi, telepon,kabel, barang dari kayu seperti bangku, meja, mebel, sofa, besi seperti obeng, paku, gunting dan lain-lain,barang dari kertas seperti koran, buku, majalah dan lain-lain, dari kaca,  dari plastic seperti bangku plastic, lemari plastic, ranjang busa dan lain sebagainya dan sampah-sampah tersebut tidak seharusnya disatukan menjadi satu sampah ditempat sampah. Mengapa demikian? Karena sampah-sampah sekunder dan tersier tersebut dapat didaur ulang/ diolah dan dipakai kembali walau ada juga yang tidak dapat didaur ulang atau dipakai kembali, barang-barang tersebut sebaiknya dikumpulkan disatu tempat untuk dimusnahkan/dibakar.

Sekilas kita dijelaskan sedikit sekedar mengetahui apa itu barang-barang primer, sekunder dan tersier? Barang sekunder adalah barang kebutuhan sehari-hari manusia untuk melengkapi kebutuhan primer seperti yang sudah disebutkan contoh diatas botol plastik bekas minuman atau botol plastik bekas cairan pencuci dan lain sebagainya.

Apa itu kebutuhan primer? Apa saja yang termasuk kebutuhan primer? Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama dalam hidup misalnya makan, minum dan bernapas. Kita bernapas, makan dan minum setiap hari. Memerlukan udara yang bersih, makanan dan minuman yang sehat agar kita tetap sehat dan beraktifitas. Dengan adanya aktifitas napas, makan dan minum setiap hari, kita butuh udara bersih untuk bernapas, makanan dan minuman yang sehat dan pengolahannya makanan dan minuman tentu menghasilkan sampah yang harus kita buang. Akankah kita buang begitu saja? Tentu saja tidak. Kalau kita membuangnya sembarangan tentu akan mempengaruhi lingkungan kita. Lingkungan akan penuh sampah dan bau tidak sedap dan kotor. Jadi apa yang seharusnya kita perbuat agar lingkungan kita tetap bersih dan sehat?

Kita mulai dari udara yang kita hirup setiap saat untuk bernapas untuk hidup. Napas yang kita butuhkan adalah oksigen yang baik dan terproduksi dari tanaman dan napas yang kita buang adalah carbondioksida yang dibutuhkan tanaman untuk hidup. Jadi betapa pentingnya tanaman dekat disekitar kita. Dengan adanya tanaman disekitar kita membuat kita lebih lega bernapas. Benarkah kita dapat bernapas lega? Kita dapat bernapas lega bila udara sekitar kita bersih dan sehat. Untuk itulah pentingnya kita bersama-sama sadar diri akan pentingnya pohon-pohonan disekitar lingkungan kita. Selain baik untuk bernapas, akar-akar pohon juga menyerap air saat hujan lebat sehingga air hujan yang deras tidak menggenang jadi banjir karena diserap akar pohon sekitarnya, juga dapat menyejukan dari panasnya matahari.

Asap kendaraan dan rokok pun menjadi penyebab polusi udara. Oleh karena itu, diharapkan kita sadar diri, membeli minyak bakar kendaraan yang ramah lingkungan dan merokok tidak ditempat umum, sepanjang jalan ataupun didalam ruangan. Pemerintah juga diharapkan membantu membuatkan undang-undang atau peraturan untuk menertibkan atau mendenda orang-orang yang melanggar. Selain itu Pemerintah juga diharapkan untuk menguji setiap kendaraan yang lalu lalang, bila kendaraan berkedapatan polusi segera dihentikan dan dilarang beroperasi sampai diperbaiki atau diganti bahan bakar yang ramah lingkungan. Demikian juga dengan perokok. Sangat diharapkan Pemerintah tegas memberlakukan peraturan Dilarang Merokok sambil jalan, didalam ruangan, ditempat umum, ditaman. Dan Tegas mendenda orang-orang yang nakal dan bandel. Masalahnya Polisi sendiri merokok didalam postnya (ha..ha..ha…sangat ironis sekali). Oleh sebab itu KESADARAN DIRI PENTING.

Selanjutnya adalah makanan dan minuman yang kita makan sehari-harinya. Tubuh kita sendiri bila sudah tidak dipakai dalam tubuh pasti dibuang baik melalui keringat, air seni ataupun BAB(Buang Air Besar). Makanan dan minuman yang kita makan pun menghasilkan sampah dalam pengolahannya. Sampah tersebut ada yang disebut Sampah Organik dan Non Organik. Sampah Organik yaitu sampah dari sayuran,buah-buahan atau daging-dagingan yang tidak kita makan. Sampah Non Organik yaitu wadah yang digunakan untuk barang organic seperti kotak steroform, kantong plastic, bungkusan kertas atau plastic, tissue, sendok-garpu plastic, botol plastic atau barang-barang yang sudah diolah yang digunakan untuk membungkus atau menaruh barang-barang yang terbuat dari plastic ataupun dari kertas lainnya.

Jadi dari dapur rumah buanglah sampah dapur tersebut disatu kantong plastic untuk dibuang ketempat sampah organic. Sedangkan tempat atau bungkusannya bisa dibuang kesatu kantong plastic lain yang akan dibuang ketempat sampah non organic. Khusus untuk kaca atau beling dan kaleng ataupun bahan metal lainnya disatukan dalam satu kantong plastic lain lagi sehingga pada saat pembuangan sampah bisa ditaruh ditempat sampah non organic yang berwarna biru. Pemerintah Daerah dalam hal ini juga harus menyediakan tempat dan memberikan pengarahan pada para petugas untuk mengambil sampah organic setiap hari untuk dibawa ketempat daur ulang sampah organic langsung untuk dijadikan pupuk atau dikubur. Sedangkan untuk sampah non organic bisa diambil petugas sampah dua kali (2X) seminggu ataupun tiga kali (3X) dalam seminggu. Lalu dibawa ketempat pemilahan sampah untuk dipilah atau dipisahkan mana yang masih bisa didaur ulang mana yang tidak bisa. Yang bisa didaur ulang akan dibawa langsung ketempat pengolahan daur ulang, sedangkan yang tidak bisa akan dibakar habis. Demikian juga sama dengan sampah non organic untuk kaca atau beling dan kaleng atau bahan metal lainnya bisa dibawa petugas kebersihan saat mengangkut sampah non organic dari kertas atau plastic lain.

Lalu bagaimana cara membuang sampah barang-barang sekunder dan tersier? Barang-barang sekunder dan tersier biasanya tidak dibuang sesering barang premier, jadi bisa disatukan dalam satu kantong plastic ataupun dimasukan dalam dus dan dibuang ditempat sampah sesuai jadwal dari Pemerintah untuk pengambilan barang-barang sekunder dan tersier tersebut. Baiknya dari Pemerintah menjadwalkan pengambilan Sampah Sekunder itu seminggu sekali (1X). Sedangkan barang Tersier bisa dua minggu sekali (1X). Dari setiap Kelurahan harusnya memberikan pengarahan pada setiap RT (Rukun Tetangga) mengadakan tempat untuk membuang sampah sekunder dan tersier ini, sehingga tidak terbaur dengan sampah premier yang organic dan non organic dari setiap warganya.

Barang Tersier adalah barang pelengkap kehidupan jadi ya boleh ada boleh tidak, tergantung hasrat dan keinginan untuk memilikinya. Jadi tidak terlalu penting dalam tujuan hidup tapi penting untuk membuat kita nyaman menikmati hidup kita untuk mengendurkan otot dari kesibukan aktifitas rutin kita.

Sekarang kita lihat hidup kita, kita butuh Lingkungan Hidup kita yang Sehat dan Nyaman, namun apakah bisa Sehat dan Nyaman bila kita tidak peduli dengan yang ada disekitar kita? Peduli apa? Peduli terhadap sisa makanan yang kita buang, bau yang menyengat dari sampah, aliran air kotor/got yang mampet, lalu dimusim hujan banjir, dimusim kering panas sekali. Tentu, Tentu kita peduli itu tapi bagaimana? Semua sudah terjadi begitu saja akibat pembiaran dari pemerintah daerah dan keenakan warga untuk membuang sampah sembarangan.

Semua terjadi akibat dari kita juga yang tidak peduli dan tidak sadar akan Lingkungan sekitar kita. Disini juga pentingnya kita sebagai warga untuk sadar hidup dalam ketertiban dan teratur mentaati Peraturan Pemerintah. Pemerintah bekerja memberikan pengarahan dengan memfasilitaskan barang-barang dan tempat yang dibutuhkan secara umum untuk masyarakat dimulai dari setiap RT(Rukun Tetangga) hingga wilayah Propinsi sehingga masyarakat menyadari pentingnya perubahan mulai dari kebiasaan lama yang seenaknya tanpa ada rasa kesadaran untuk mentaati Peraturan menjadi hidup tertib dalam menjalankan peraturan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan bimbingan dari pemerintah, warga mulai diajarkan, diarahkan, diumumkan dan diberitahukan bahkan ditegur ataupun didenda sesuai Peraturan yang berlaku bila masih membandel untuk jadi taat pada Peraturan yang ditetapkan Pemerintah, sehingga dapat mewujudkan Lingkungan yang Bersih, Sehat, Tertib dan Teratur. Ada baiknya Pemerintah bekerjasama dengan media, sekolah, lembaga-lembaga masyarakat lainnya untuk membina masyarakat cara membuang sampah yang benar mulai dari membuang sampah organic-non organik, sampah daur ulang, sampah yang akan dimusnahkan, sampai buku, sampai perabotan rumah tangga, sampah elektronik dan lain-lain sampai cara membuang sampah sesuai jadwal pengambilan sampah oleh petugas kebersihan disetiap daerah baik berupa selebaran petunjuk berikut gambar, melalui radio, televisi, internet, pengajaran disekolah maupun dilembaga-lembaga masyarakat lainnya maupun dikantor-kantor swasta dan pemerintah sehingga masyarakat dapat diarahkan dengan tertib dan teratur

Mari kita lanjutkan pelajaran Lingkungan sehat ini satu per satu mulai dari rumah kita sendiri. Seperti yang telah dikatakan di atas tentang sampah dari rumah kita dimulai dari sampah dapur rumah kita.

Sampah dapur kita ada dua macam yaitu sampah organik/sampah basah dan non organik/ sampah kering.

Sampah organik yaitu sampah yang bisa kita gunakan lagi untuk kompos baik secara alami maupun setelah didaur ulang. Sampah organik/basah ini adalah sampah dari sayuran dan daging yang kita siapkan untuk dimasak dan dimakan termasuk sampah minyak bekas masak maupun air kaldu / air yang mengandung minyak. Tidak seharusnya cairan tersebut dibuang begitu saja kedalam got atau pembuangan air dari dapur tetapi kita harus memasukannya kedalam plastik untuk dibuang bersama dengan sampah organik lainnya termasuk sampah sisa-sisa makanan yang tidak bisa dimakan yang berupa sisa makanan yang tidak dimakan, sisa bubuk kopi tubruk, teh seduh, sisa cairan maupun bubuk makanan lainnya dan minyak bekas masak/menggoreng yang sudah tidak bisa digunakan lagi atau pun sisa air kaldu makanan. Kita satukan dalam satu plastik kantong sampah organik sehingga air yang kita buang ke got/saluran air kotor tidak ada lagi yang tercemar dan tidak mampet ataupun berbau akibat dari pembuangan sisa-sisa tersebut di got.

Pembuangan air dari tempat cuci piring, kamar mandi sebaiknya tidak ada kotoran-kotoran lain yang mengalir ke got/aliran pembuangan air lainnya yang dapat mengakibatkan mampet dan berbau seperti contoh sampah lainnya yaitu sampah pasir/debu rumah, tanah kerukan aliran air/got, daun-daun kering, rambut yang rontok, serpihan sabuk bekas bersih-bersih atau kain kotor/ usang bekas bersih-bersih, tissue bekas masak maupun tissue bekas kebutuhan pribadi termasuk diaper khusus wanita, diaper anak, diaper orang tua, sudah dalam keadaan rapih terbungkus tidak berantakan atau dibiarkan terbuka begitu saja berbau dan terlihat jijik, tetapi dalam keadaan terbungkus lalu dimasukan/disatukan dalam kantong plastik sampah non organik yang akan dibakar habis nantinya.

Sebaiknya dipisahkan dan ditaruh dalam kantong plastik yang tidak mudah bocor sehingga saat dibuang dan disatukan dalam kantong plastik sampah organik ataupun kedalam kantong plastic sampah non organik sesuai dengan karakter sampahnya menjadi tidak bocor dan tidak berbau. Dengan demikian air kotor yang mengalir dari rumah tidak akan mencemarkan lingkungan dan tidak tersendat/mampet akibat adanya kotoran-kotoran tersebut.
Bagaimana dengan plastik dan tempat-tempat bekas sampah sayur, daging dang sebagainya yang kita beli untuk dimasak dan yang diolah untuk makan? Ya kita buang juga tentunya kan, tapi tidak disatukan dengan yang organik. Sampah ini pun termasuk sampah non organik/sampah kering yang akan dibakar tapi tidak untuk dijadikan kompos melainkan dikembalikan kealam dibakar menjadi abu dan biar alam yang mendaur ulang secara alami dengan mudah atau bila masih bisa didaur-ulang dapat dibersihkan dan dikumpulkan untuk didaur-ulang kembali ditempat pengolahan daur-ulang sampah.

Untuk bahan dari kaleng/metal, kayu, steroform, plastik, mika atau lainnya yang digunakan sebagai wadah makanan atau lainnya, sebaiknya dibersihkan dari sisa-sisanya terlebih dahulu sehingga barang tersebut kering dan tidak mengundang banyak bakteri dan dapat disatukan menjadi satu sampah dengan sampah lainnya. Kita sebut sampah ini adalah sampah sekuler(sampah kebutuhan kedua rumah tangga yang biasanya dapat didaur ulang walau ada juga yang tidak bisa didaur ulang).

Bila ada kaca yang pecah atau barang tajam lainnya seperti pisau tumpul, pisau patah, pisau karat, paku, gunting patah atau barang tajam lainnya yang tidak dipergunakan lagi, baiknya dipisahkan tersendiri dibungkus dengan kertas/plastik/kain terlebih dahulu lalu masukan kedalam satu plastik sehingga dapat disatukan dengan sampah sekuler lainnya dan tidak melukai atau membahayakan petugas kebersihan atau pemulung yang mengambil barang-barang tersebut untuk didaur ulang.

Bahan elektronik seperti lampu, baterai, kabel dan compact disk dan lain sebagainya dapat dimasukan dalam plastic atau kardus dan dibuangnya disatukan dalam satu kantong sampah yang kita sebut sampah tersier/sampah pelengkap rumah tangga. Termasuk kertas-kertas bekas brosur, bulletin, buku, majalah, Koran, sofa yang usang, baju-baju bekas, kipas angin, jam dinding, barang-barang bekas kosmetik dan barang-barang bekas lain yang sudah tidak dipergunakan lagi (sofa tidak mungkin masuk dalam plastik sampah, bukan!) Disinilah, perlunya kerjasama antara pemerintah dengan warga.

Warga setelah memilah sampah dari rumah akan menempatkan sampah tersebut diluar rumahnya dan sangat dibutuhkan tempat untuk membuangnya. Perlu kerjasama dengan Pemerintah Daerah dari kelurahan baiknya menyediakan tempat sampah yang terdiri dari dua tempat yaitu sampah organik/sampah basah dan sampah non organik/sampah kering yang akan diambil setiap harinya oleh petugas kebersihan baik dengan gerobak sampah maupun mobil sampah dari setiap rumah warga dan satu lagi tempat sampah sekunder dan tersier yang akan diambil petugas dengan mobil sampah atau para pemulung sesuai jadwal mengingat lahan tanah yang minim apalagi dikota-kota besar, sampah sulit dicarikan tempatnya. Namun demi menjaga Lingkungan bersih dan sehat, mau tidak mau pemerintah harus mengusahakan lahan tempat sampah untuk sampah organik/non organik dan sampah sekunder/tersier tersebut disetiap RT(Rukun Tetangga) dan mobil kebersihan untuk mengangkut barang sekunder dan tersier ini yang umumnya relatif ada yang besar dan kecil.
Yang kecil dapat dikumpulkan oleh para petugas kebersihan gerobak/pemulung seperti barang-barang plastic yang bisa didaur ulang sedangkan yang tidak dapat didaur ulang barang-barang tersebut akan diangkut oleh mobil kebersihan untuk dikumpulkan disatu tempat untuk dimusnahkan/dibakar. Lahan untuk tempat sampah setiap RT tidak perlu besar, yang secukupnya saja dan pantas untuk dijadikan tempat sampah yang terbagi dan dijaga kebersihannya sehingga tetap bersih, teratur dan tidak berbau.

Lahan tempat sampah organik sebaiknya di pakai wadah tertutup yang bisa diangkat sehingga bila ada kebocoran dalam plastik dari warga tidak menjalar keluar tetapi akan tetap berada di wadah tersebut dan tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap keluar, demikian juga wadah untuk sampah non organik sebaiknya dengan wadah tertutup yang bisa diangkat sehingga tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dapat mudah diangkat/diambil oleh petugas untuk dibersihkan setiap harinya.

 Lahan sebelahnya adalah tempat sampah sekunder dan tersier untuk barang yang bisa di daur ulang maupun yang tidak dapat didaur ulang. Lahan ini karena minim sebaiknya dijadwalkan pembuangannya sehingga petugas kebersihan tidak kewalahan membawanya. Misalnya untuk barang-barang daur ulang yang terbuat dari kaleng, besi/barang metal lainnya,plastik dan kaca yang pecah maupun tidak pecah, diangkut setiap hari Senin dan Rabu. Kertas-kertas berupa kertas brosur, bulletin, steroform, buku-buku, baju/kain bekas yang masih layak didaur ulang setiap hari Selasa dan Kamis. Dan untuk barang-barang tersier yang berupa elektronik, barang rumah tangga yang besar-besar lainnya yang rusak akan diangkut setiap hari Jumat. Sehingga petugas kebersihan maupun pemulung dapat mengambilnya sesuai jadwal dan tetap menjaga wadah dalam keadaan bersih dan teratur.

Dengan demikian rumah kita bersih, lingkunganpun dengan tempat-tempat sampah yang teratur dan tidak berbau juga aliran air kotor/got akan bersih dari sampah dan kotoran yang menghambat. Nyamuk pun akan berkurang karena lingkungan bersih dan teratur. Warga dapat tinggal tenang dan tidak mencium bau menyengat dari got maupun sampah lagi. Pemulung yang akan mengambil barang yang mereka mau pun tidak perlu bergumul dalam kebauan dan kekotoran lagi, mereka akan mengambil barang-barang yang mereka perlukan dilahan tempat sampah sekunder/tersier tersebut untuk didaur ulang. Petugas kebersihan pun juga tidak perlu bergumul dengan kebauan dan kekotoran yang tidak selayaknya ataupun memisahkan sampah-sampah mana yang akan dibakar atau didaur ulang, melainkan mereka siap mengangkut sampah-sampah yang sudah ditata rapi oleh warga untuk dibakar, dikubur atau dijadikan kompos maupun yang dimusnahkan untuk dibakar begitu saja.

Untuk Petugas Sapu Jalanan umumnya ada diwilayah perkotaan inipun harus dibimbing dan diarahkan untuk tertib dan tetap menjaga kebersihan bukan hanya sekedar menyapu bersih tanpa bertanggung jawab atas sampah-sampah yang sudah disapu itu. Kebiasaan yang jelek selama ini adalah petugas sapu jalanan menyapu jalanan dan memasukan sampah-sampahnya kedalam aliran air/got sepanjang jalan. Ada baiknya bila Petugas Sapu Jalanan bertanggung jawab pada jalanan yang akan disapu itu setiap sepuluh meter untuk satu orang petugas sapu jalanan dengan difasilitasi sapu jalanan, pengki/pengeruk sampah dan plastik tempat sampah, sehingga sampah tidak dibuang kedalam aliran air/got disepanjang jalan melainkan dikumpulkan dan dimasukan dalam kantong plastik sampah lalu diikat dan akan diangkut oleh gerobak sampah menurut wilayahnya, karena umumnya sampah jalanan berupa pasir dan daun kering, dapat dikategorikan dalam sampah non organik/sampah kering yang akan dibakar habis. Kebersihan dan kesehatan dari para petugas kebersihan pun harus diutamakan, maka sebelum mereka bertempur dengan sampah, mereka harus melengkapkan diri mereka dengan baju seragam tangan panjang dan celana panjang mereka, sarung tangan, pengikat kepala (bandana) atau topi bertali, penutup hidung dan mulut (masker), sepatu boot selutut sehingga mereka tidak mudah terluka ataupun mencium aroma yang tidak sedap dari sampah. Penting juga untuk check kesehatan sebulan sekali di Puskesmas adalah fasilitas dari Pemerintah untuk para Petugas Kebersihan agar tetap sehat dan stamina kuat dalam menjalankan tugas mulianya. Khusus para pemulung, pekerjaan yang patut dihargai dan juga pantas untuk diperhatikan kebersihan dan kesehatannya. Mereka pun pantas mendapatkan fasilitas masker penutup hidung-mulut, sarung tangan, penutup kepala/bandana dan plastik tempat sampah yang akan mereka angkut untuk didaur ulang. Ada baiknya para pemulung ini pun dibina agar tidak memberantakan tempat sampah yang lain melainkan turut andil dalam kebersihan lingkungan untuk menjaga tetap bersih, rapi dan teratur dalam mengambil barang-barang tersebut kalau bisa dipekerjakan sebagai Petugas Kebersihan disetiap Kelurahan.

Gerobak sampah maupun Mobil sampah yang mengangkut yang difasilitaskan pemerintah pun layak dijaga kebersihannya. Setiap hari gerobak dan mobil sampah mengangkut sampah-sampah yang berbau maupun tidak berbau ke tempat penampungan sampah daur ulang maupun sampah yang dimusnahkan/dibakar. Gerobak dan mobil ini pun harus dibersihkan setiap harinya sehingga tetap dalam keadaan bersih untuk kesehatan petugas yang bertanggung jawab. Ada baiknya Gerobak ditugaskan untuk mengambil sampah non organik saja setiap harinya, sedangkan Mobil sampah dapat mengangkut sampah organik setiap hari, mengingat sangat rentan akan adanya kebocoran dari plastik sampah saat mengangkut sampah dengan gerobak sampah. Sampah-sampah sekunder dan tersier akan diangkut sesuai jadwalnya akan lebih baik jika ada mobil kebersihan lain yang mengangkut, sehingga sampah-sampah tersebut pun akan terangkut semua tidak terganggu sampah primer yaitu sampah organik.

Air kotoran yang mengalir dari rumah-rumah warga tanpa sampah akan mengalir tanpa tersendat maupun terjadi pengendapan atas sisa kotoran dari rumah lalu mengalir ke aliran air got yang besar disepanjang jalan yang tidak ada sampah lagi menuju aliran ke sungai atau muara sungai yang tidak ada sampah maupun kotoran lagi lalu mengalir ke laut dengan bebas sampah tentulah akan mengubah alam kita jadi sehat pula. Lingkungan sekitar kita pun jadi bebas banjir, nyamuk pun jarang karena lingkungan yang bersih sehingga penyakit pun jarang terjadi karena dalam lingkungan yang bersih, tertib dan teratur menciptakan lingkungan yang sehat. Tanaman juga penting untuk ditanam disekitar kita, bila rumah kita tidak memungkinkan untuk bertanam tanaman, kita bisa gunakan pinggir aliran air got kita dengan menaruh pot-pot untuk tanaman ataupun menggarapnya menjadi tanah tanaman untuk hidup sehingga tanaman pun dapat menikmati aliran air got itu untuk pertumbuhannya. Dengan demikian area sekitar aliran air got pun menjadi tanah serapan air yang baik bila musim hujan tiba dan bila aliran air/got itu tidak ada sampahnya pun akan baik untuk tanaman dan tidak membahayakan tanaman karena tidak ada kotoran minyak atau pun sampah yang berubah menjadi racun untuk kehidupan tanaman sehingga menciptakan tempat yang teduh dimusim panas.

Bagaimana kalau kita keluar rumah dan membawa cemilan yang akan kita makan nantinya? Kebiasaan lama kita yang jelek adalah setelah makan dibuang begitu saja dipinggir jalan ataupun ditaruh ditempat tersembunyi seperti dibawah pohon pot-pot sepanjang jalan, membuangnya digot atau disungai atau melemparnya jauh-jauh entah kemana sekalian menjadi permainan kita. Kita tidak bertanggung jawab atas apa yang telah kita bawa dan perbuat (makan/minum) dan ini sungguh memalukan bila kita sadari. Sudah saatnya kita menyadari semua itu untuk kebaikan kita secara pribadi maupun secara luas lingkungan sekitar kita maupun diluar lingkungan kita. Bagaimana caranya kan kita tidak mungkin membawa sampah? Kenapa tidak? Apakah malu membawa sampah? Kenapa harus malu? Sebaliknya kita Bangga akan Sadar Diri dalam Membuang Sampah. Kalau tidak mau bawa sampah ya jangan membawa makanan untuk dimakan selama perjalanan, benar bukan?

Ada baiknya tidak makan dan minum minuman yang tidak ada tutupnya selama diperjalanan apalagi diangkutan umum. Mengingat rentannya terjatuh atau terserak akan mengotori angkutan umum tersebut dan berbau tidak sedap karena bercampur semua bau-bauan di angkutan umum termasuk merokok diangkutan umum dan merokok diangkutan umum itu sudah sangat mengganggu dan membuat angkutan umum tersebut semakin panas dan sesak untuk bernapas. Apalagi seenaknya merokok sambil jalan membuang asap rokok tanpa rasa bersalah. Itu sudah menyesaknya napas orang sekitarnya. Ada lagi merokok setelah makan diruang makan ataupun diwarung kecil atau kaki lima, mereka tidak peduli orang yang sedang makan akan tersedak karena asap rokok mereka, ini sungguh egois dan tidak punya toleransi terhadap sesama. Merokok itu boleh saja hanya jangan sampai menyesakan napas orang lain. Merokok itu harus ada tempatnya karena Perokok Pasif (Tidak merokok tapi menghirup asap rokok orang lain) itu lebih berbahaya dari yang merokok. Yang merokok sudah tahu bahwa merokok itu tidak sehat dan itu resiko mereka sendiri yang harus ditanggungnya. Tapi Perokok Pasif itu tidak sehat bukan kemauan mereka. Perokok Pasif mau sehat tapi dipaksa menghirup asap rokok dari orang yang merokok sembarangan. Akibatnya Perokok Pasif itu akan tidak sehat dan menanggung resiko yang seharusnya bukan resiko yang ditanggung. Untuk itulah Perlunya KESADARAN MEROKOK DITEMPAT YANG DISEDIAKAN. Bila tidak ada tempat untuk merokok ya jangan merokok dan jauhkan tempat itu, cari sendiri tempat yang tidak ada orangnya. Sepuluh Meter (10M) dari keramaian orang. Perlunya Pemerintah memberlakukan Undang-Undang Dilarang Merokok dikantor, disetiap ruangan umum, ditaman, disepanjang jalan, ditempat ruang tunggu, diruang makan-minum, kendaraan umum dan ditempat beradanya orang.

Mari kita biasakan hidup sehat, bersih, tertib dan teratur dimulai dari diri kita sendiri. Kita bisa makan selama dalam perjalanan kita bila kita memakai kendaraan pribadi beroda empat atau pun saat jalan kaki dan tentunya kita juga bisa membungkus rapi sampahnya dan dibuang ditempat sampah yang tersedia disetiap jalan atau kendaraan pribadi menyediakan tempat sampahnya tapi tidak untuk merokok karena merokok itu polusi udara. Merokok mengeluarkan asap yang menyebar luas kesegala arah. Tidak makan dan minum dikendaraan umum atau berjalan sambil makan disepanjang jalan yang tidak disediakan tempat sampah umum. Kita bisa minum dari tempat yang tertutup rapat yang dapat kita bawa dan makanan cemilan yang ditaruh dalam tas sehingga tidak berantakan dan sampahnya dapat disimpan sampai ditujuan untuk dibuang di tempat sampah yang telah disediakan.

Seringkali terlihat kebiasaan jelek yang harus diubah yaitu selesai makan dan minum dikendaraan umum dengan tanpa rasa bersalah seenaknya membuang dikolong/dibawah tempat duduk dengan tidak bertanggung jawab atas sampah tersebut. Kalau kita membungkus rapi sampah bekas kita makan tentunya kita pun tidak akan direpotkan oleh si sampah karena kita bisa membawanya dengan tidak mengeluarkan bau ataupun tidak memperlihatkan yang jijik dimata kita maupun dimata orang lain. Apalagi ibu-ibu yang membawa anak, biasanya mereka membiasakan kebiasaan jelek keanak-anaknya dengan memakan makanan didalam kendaraan sehingga berserakan remah makanan anak-anak ditempatnya, sungguh perbuatan yang tidak terpuji dan tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang perlu diajarkan dan dibina oleh Pemerintah melalui Para Petugas dikendaraan dengan tegas melarang untuk kebersihan lingkungan, kalau alasan anak lapar, sebaiknya diturunkan dari kendaraan untuk memberi anaknya makan terlebih dahulu hingga kenyang baru naik kendaraan umum.

Demikian juga halnya dengan merokok maupun meludah, merokok maupun meludah sambil berjalan sepanjang jalan ataupun naik kendaraan baik kendaraan umum beroda dua, tiga maupun empat, maupun kendaraan pribadi itu tidak dibenarkan dan harus ada undang-undangnya. Pemerintah harus tegas dalam hal ini untuk Kesehatan dan Kebersihan Rakyatnya, karena asap rokok sangat mengganggu dan meludah sangat mengganggu orang lain disepanjang jalan membuat tempat jadi kotor dan menjijikan. Kebiasaan buruk kita selama ini adalah merokok dan meludah sembarangan/seenaknya tanpa rasa bersalah maupun merasa peka terhadap sekitar kita yang secara langsung maupun tidak langsung sudah terganggu akibat dari pencemaran kotoran diudara dan tanah sekitar.

Ada baiknya selama dalam perjalanan tidak merokok, tidak meludah diluar jendela dan bila meludah didalam kendaraan gunakanlah tissue sebagai penampungnya dan simpan didalam tas atau kantong baju/celana atau kantong plastik hingga saat turun dapat dibuang ditempat sampah bila kendaraan umum tidak menyediakan tempat sampah, tidak makan, tidak minum minuman yang tidak ada tutupnya ataupun makanan yang mudah berserakan supaya tidak berserakan dan dapat disimpan dalam tas atau dipegang dengan aman selama dalam perjalanan.

Kebiasaan merokok dan meludah ini pun harus kita mulai dari dalam rumah kita sebelum kita keluar. Biasakanlah merokok tidak didalam rumah atau pun dekat rumah tetangga dan tidak dekat dengan anak-anak, tetapi carilah tempat yang jauh dari lingkungan sehat dan carilah tempat yang tepat tempatnya untuk merokok sehingga udara yang dihirup oleh banyak orang disekitarnya tidak terganggu oleh asap rokok yang keluar hanya dari satu orang merokok dan meludah tidak sembarangan disekitar rumah maupun didalam rumah.
Tentunya didalam rumah, kita tidak mau terlihat kotor dan jijik hanya karena ludah yang dibuang bukan! Begitu juga diluar rumah, akan terlihat jijik bila ludah dibuang sembarangan. Lalu, dimana kita harus membuang ludah? Sebaiknya ludah dibuang dialiran air kotor/got yang mengalir atau bila tidak terlihat adanya got, kita bisa pakai tissue untuk membuang ludah dan tissue dapat dibuang di tempat sampah dengan tidak mengotori tempat sampah dengan ludah dan tidak terlihat tempat sampah itu menjijikan karena terlihat ludah terbuang sembarangan.

Bila ingin merokok dirumah ya silahkan karena itu hak asasi seseorang tapi asap rokoknya jangan sampai mengganggu tetangga dan sekitarnya, dengan demikian tetangga tidak merasa terganggu oleh kebiasaan merokok seseorang dan tidak merugikan orang lain. Namun tentunya akan merugikan orang-orang dekat didalam rumah. Misalnya seorang bapak merokok dirumah dan asap rokokpun tersebar keseluruh ruangan didalam rumah. Satu rumah penuh asap dan bau rokok hanya karena satu orang merokok dan kesehatan satu rumah pun menjadi terganggu. Bukan hanya yang merokok saja yang tidak sehat melainkan juga semua orang yang ada didalam rumah tersebut akan terganggu kesehatannya. Anak dan istri cepat sakit  sering batuk pilek (flu), pusing kepala, kadang disertai demam, rumah jadi terasa panas dan kumuh/kotor karena asap rokok dan debu rokok yang beterbangan. Memang tidak terlihat debu yang beterbangan seperti angin menyapu jalanan tapi bila lantai disapu pastinya akan terlihat debu bekas rokok. Maukah rumah kita penuh dengan debu dan asap? Semua itu tergantung dari diri kita sendiri, maukah kita hidup dengan lingkungan yang bersih dan sehat?

Hal meludah dan merokok pada tempatnya yang sudah kita biasakan dari rumah tentu akan membawa kebiasaan kita keluar rumah sehingga kita tidak merasa mengganggu orang atau pun mengotori tempat atau ruangan yang kita lewati atau kita tuju. Kebiasaan membuang sampah baik sampah dari dalam diri kita sendiri maupun sampah diluar diri kita pada tempat yang seharusnya kita buang akan memberikan kita hidup bersih, tertib dan teratur. Bagaimana bisa? Apa hubungannya hidup bersih, tertib dan teratur? Itu bisa dan saling berhubungan. Bila kita sakit batuk/pilek(flu) sebagai contoh tapi kita harus tetap bekerja atau beraktifitas diluar rumah, biasakanlah memakai masker dan membawa tissue agar tidak mengganggu lingkungan yang disebabkan oleh virus/bakteri yang ada di dalam diri kita. Dengan membawa tissue, kita akan membuang kotoran dari dalam diri kita dengan tissue, membungkusnya dan membuang nya ketempat sampah non organik membuat lingkungan sekitar kita pun tidak tercemar dengan bakteri/virus yang ada dalam diri kita. Dengan demikian walau kita dalam keadaan sakit tapi tetap bersih, tertib membuang sampah non organik kita ke tempat sampah dan teratur ditempat sampah non organik sehingga lingkungan tidak tercemar virus/bakteri dari diri kita. Lingkungan tetap bersih, tertib dan teratur dan kita pun akan cepat sembuh karena lingkungan kita mendukung dengan udara yang bersih, segar, tidak berbau dan virus/bakteri tidak menyebar jauh, tidak akan ada lagi banyak orang yang sakit melainkan akan banyak orang sehat karena lingkungan yang sehat dan kerja pun jadi semangat, hidup menjadi indah.

Ada baiknya Pemerintah menyediakan ruangan tempat merokok, sehingga para perokok yang ingin merokok tidak merokok didepan pintu atau sekitarnya dilingkungan terbuka karena asapnya tetap menyebar dan mengganggu orang sekitarnya. Ruangan tempat merokok pun sebaiknya tertutup dengan dilengkapi exaust fan/ cerobong asap keatas sehingga semua asap rokok tidak menyebar kemana-mana melainkan akan tersalur kecerobong asap tersebut ataupun melalui exaust fan yang menghadap keatas untuk pengeluarannya. Dengan demikian lingkungan pun bebas rokok dan lega untuk bernapas. Bila rumah dibiasakan jadi tempat merokok sebaiknya dilangit-langit rumah disediakan exaust fan yang bisa menyedot asap rokok keatas dan tidak menyebar kelingkungan luar, jika tidak ada exaust fan sebaiknya saat merokok tutup jendela yang berdekatan dengan tetangga sehingga tidak mengganggu tetangga dan lingkungan sekitar karena merokok.

Bagaimana kita menjaga Lingkungan kita tetap Sehat? Kebiasaan kita yang lama adalah Malas. Malas buang sampah, Malas tertib, Tidak Mau Diatur. Mulailah dari diri kita sendiri untuk bangkit dari kemalasan, membuang kebiasaan tidak teratur, membiasakan hidup tertib dan sehat. Disinilah Perlunya Ketegasan dari Pemerintah untuk memberikan sangsi atau denda kepada mereka yang membandel dalam hal perkara kecil ini. Perkara kecil namun berdampak buruk yang besar bagi masyarakat umum yaitu dampak buruk akan kebersihan dan kesehatan.
Bagaimana cara memulainya? Kita bisa memulainya dari rumah kita dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, merokok, meludah tidak sembarangan, membersihkan aliran air got yang mampet dan membuang sampah-sampahnya ketempat sampah, bersama warga se RT (rukun tetangga) memperbaiki jalur aliran air got ke sungai dan menjaganya tetap bersih tidak ada lagi sampah yang terapung maupun terendap di aliran air got tersebut. Menanam tanaman disekitar aliran air got untuk penyerapan air, diusahakan ditanam disepanjang aliran air got sehingga membantu penyerapan air yang meluap bila musim hujan tiba dan meneduhkan saat musim kering tiba, baik kita maupun petugas keamanan setempat tidak segan menegur dan mengarahkan pemulung yang mengorek-orek sampah organik maupun non organik ke lahan sampah sekunder/tersier, kerja sama warga dengan dinas kebersihan dalam pengadaan lahan sampah organik dan non organik dan lahan sampah sekunder/tersier dan menetapkan jadwal pengambilan sampah sekunder/tersier dan setiap harinya sampah organik/non organik diangkut dinas kebersihan untuk dijadikan kompos atau pun dibakar maupun didaur-ulang.

Bagaimana dengan sampah warung kaki lima ataupun penjual gerobak sepanjang jalan yang hanya mampir atau berhenti ditempat ramai? Sama saja. Mereka harus dibina untuk pembuangan sampahnya dengan membuang sampah-sampah organic dan non organic mereka ditempat sampah besar bukan disepanjang jalan ataupun buang sembarangan di tempat sampah warga atau sungai. Mereka harus bertanggung-jawab atas sampah yang mereka ciptakan dalam menghasilkan profit businessnya sehingga mereka dapat membantu Pemerintah dalam Kebersihan Lingkungan Kota dan business merekapun lancar.

Sepertinya Pemerintah sudah harus memulai menanam tanaman untuk ditanam sepanjang jalan dan membentuk petugas penyiram tanaman dan petugas kebersihan baik petugas sapu jalanan, petugas gerobak sampah, petugas mobil kebersihan mengangkut sampah organik, mobil kebersihan mengangkut sampah non organik dan mobil kebersihan mengangkut sampah sekunder dan tersier, termasuk pembinaan dan bimbingan bagi pemulung yang juga turut membantu pemerintah dalam mengangkut sampah daur ulang. Dan juga seperti sudah dijelaskan diatas akan lebih baik bila Pemerintah tega member sangsi kepada yang membandel seperti yang sudah tertera dalam peraturan tentang didenda membuang sampah sembarang dijalan baiknya mulai diberlakukan lagi bahkan diperluas sangsi-sangsi untuk pelanggaran hal-hal yang mengganggu masyarakat umum, sehingga masyarakat sadar akan tertib hukum untuk hidup lebih teratur. Memang sulit mengubah kebiasaan yang sudah terbiasa sejak lahir sehingga tidak sadar hal tersebut merugikan diri sendiri dan masyarakat umum, namun dengan penerapan, bimbingan dan pembinaan serta sangsi-sangsi yang pemerintah terapkan tentunya masyarakat akan lebih patuh daripada mendengar ucapan dari seorang rakyat sehingga secara perlahan kehidupan dan kebiasaan buruk setiap orang pun secara perlahan diubahkan demi mentaati peraturan.

Ingat motto ini: dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat

Lingkungan akan sehat bila kita sadar akan kebersihan yang tertib dan teratur dijalankan sehingga membuat kita sehat dan jiwa pun sehat.

Masyarakat maju, Rakyat Maju, Indonesia pun Maju.

Pada umumnya Negara yang masyarakatnya hidup tertib teratur dan taat pada Peraturan Pemerintah adalah Negara yang Maju. Kita bisa belajar dari Negara-negara yang masyarakatnya tertib dan teratur seperti di Asia adalah Negara maju Jepang dan Negara-negara maju lain umumnya di Eropa.

Mari kita sadar diri untuk hidup lebih bersih, tertib dan teratur.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua di dunia.

Maridj



Selasa, 17 Februari 2015

REGRET LIVE



REGRET LIVE
             “Hhh…” I sighed again, regret life struck my mind. Why was I born in this world? Why should I live? If I was not born in this world, I never regret it for the rest of my life and there will never be this article.
                I could not protest to God, saying:”Do not I who came into this world, God. I don’t want to live in this world.” And the fact that I was born of a mother and family was not at all I know. I started life as a fetus in my mother’s worm, even this I knew once I started to understand the language of this world and life is already accustomed to mother for me. I was the baby’s mother and my father and I had a sister who has been born before me. I was taught how to live in this world according to mother and my father’s habits and learn to understand what they say and spoke. Then I grew up and started walking and talking, started to school, began to recognize the wider environment from home.
                At home, I got to be used to regular life and talked politely according to the tradition handed down from generation to generation my family, and after that I also had time to see new members of the family that is the birth of my brothers and the house became more and more crowded and it looks a bit messy, so my mom was always busy cleaning and re-arranged the household circumstances be neat and clean. I and my sister was getting bigger and my mother told us to help her to tidy up the house, because we’ve been able to help her ease the work of a busy mom taking care of younger siblings, cooking meals for us and clean the house.
                The more we grow the more my lazy nature in real. I’m tired of living in my house organized and governed by a myriad of tasks from morning to night. All has arranged by my mother and father. Should not do this, should to do that. Don’t do this, should be so, all arranged hhh… tired taste.

              My world is getting wider by the growing me of the baby until I've been getting to know my surrounding are called neighbors and I started to have a friend who does not live at home with me but stay on the right side of my house left, front back home and school environment. My family is full of rules that become a regular habit, but after the start friends, I began to feel the difference and that's what makes me not able to quickly make friends. Why they did not I do? Can I do as they do?
              I began to be curious and try to do what my friends are doing outside of the m hey consider it a matter of course, but I will get warning from my mother not to do it because it is not in accordance with the rules in my house. Hhhh ... why should my friends? I tried to protest in the family so that I could do what my friends are also at home but the more I reject rule in my house that I can reprimand and consequently I was punished as a result of rejection rules. I'm not satisfied, why? The more I reject the more penalties and advices are not working because I'm still curious why my friends are not punished like me?
              I'm lazy to help her anymore because I always punished when doing things I want to do like my friends do. The more curious increasingly make my mother did not understand me and I can not express what I want because I do not understand why I should not? Neither do I understand my mother, do not understand all of the rules that exist in my house. I'm really tired, tired ...
              Day after day passed, month after month and year alternately with my family was forced to obey the rules and do not dare to play further and wider with my friends, I will begin to shut myself because I do not want to be punished every day at home. Tired feels punishment, rebuke and advice every day. Hhhhh ...
              I graduated from high school and I was thinking to go to university, but my fate led me another. My father numb half-body pain, and I could not go to university that I want because I know very well, the home state of the economy like this, I would not be able to afford college there. When the university entrance test tests were run is not smooth, calm feeling makes me no good concentration and consequently I did not pass the entrance exam. Hhhh ... between happy and sad mix makes me uneasy. Glad not go to university because it will not be able to pay, but sad because I failed diujian. Embarrassed with my friends because they thought I would be able to graduate and go to college with them. Hhhh ... I am going unto death.
              Feeling of wanting to die of shame comes out of nowhere but I'm scared to death because as a religious person who commits suicide is death imposed by the will of itself is not the angel of death who picked. Hhhhh ... if only the Angel of Death came to pick ... I failed but I still wanted to go to college because otherwise I do not know how to fill up the time that boring house full of rules and duties. I want to get out of the rules and tasks at home daily to school, but my parents could not afford college, what should I do?
              I had to study whatever the material to study in college so I'm not embarrassed by my friends who are all studying at university or in college and I also avoid boring chores. With going to college out of the house I felt free without the burden of all existing tasks at home. And finally I also found the college called tourism institute, college costs are very cheap and affordable to be financed by my parents. Eventually my parents talking about the same but my mother did not approve because it will pass I will continue to work out the streets and do not have degree, but I said I Just going to college now a matter of course we'll see ya later, there is a diploma course title name. My mother did not agree and do not like I went there because the future will be bleak she said, and I don’t have choice. No money, no place else to go to other college because other college is expensive and this is cheap and affordable. Eventually she was forced to agree with the terms of this just one year alone financed because I had to work to pay for college themselves. And I have to work while studying. Ah, I do not care about all of it, which is important at this time I can go to college, that's all. Hhh ...
              Finally I decided to sign up and test entry test in this institute. Hooray, I passed the two ratings. I'd love it, shame on any lost friends and proud to enter college with a second rank. My friends also greeted me and also happy with my success, but not with my family. My sister is too busy with her college and work well and she was liked by my mother because sister college in accordance with the mother would, indeed she submissived and accepted what was, in contrast to me that as a child always asking why and how? Why my sister could follow and follow what she wants and she is now attending college while working with a decent salary? I tried to follow the words and advice mother but all of a burden in my life and makes exasperated mother that I always ask and my mother did not have time to answer in the situation which is too busy taking care of the house, her husband and her children, including income earning for us to eat after father half body numb pain. Mom tired and irritable when talking to me because she felt I never appreciate her sacrifice and always denied and it is very disturbing life has been super busy. Hhh ...
I do not intend to interfere with the mother but if the mother understands me and gave the opportunity to do what I want without scolding me first before hearing the reason. That's all I want. I just want peace of hearts in performing daily life is not a command or anger that unilaterally without going to listen to reason.
              College school year began. The first day I was late because I do not think that my college majors bus to be run like a turtle. Hhhh ... be patient - be patient. I finally arrived and I immediately headed my class that was already started. I knocked on the door and entered and saluted and I welcome place to sit empty and the lesson was resumed. Suddenly a male friend who was sitting beside me whispered: "You why China can exist here?". "Ah" heart feels numb my tongue would fall out and could not talk just silent and smiled bitterly. Finally the bell rang and the lesson is finished, the class was no different from high school noisily completed lesson. Talking, laughing but not with me. No one would talk to me including men beside me was, instead he talked with others far from where he sat.
              Lecturer come to the second lesson and somewhat surprised to see me somehow but I do not pay attention. Lessons about Bartender, it is interesting how the mix carbonated soft drinks with liquor or wine, creating a sense of its own. It felt like I was glad to hear the lessons and when there is a question I was asked about being a bartender. Dd ... pity, lecturer replied there were no female bartender only men who used to be a bartender. Why can only be for men only? I'm interested as time school chemistry experiment, it is interesting but why the profession was not for women? Curious and inquisitive.
              The days of college unattractive despite its lessons all new and exciting for me, it feels bored college without talking and friends but would be bored if I stay home all day and help my mom clean the house without completion. Hhh ... just because subjects that I have learned that  is my passion for college  and hoping someone who would serve as my friend. What makes me disinclined them all close to me? Hhh ...                                          
After a month passed, then I understand and get the answer indirectly from body language and environment. Indirect racial discrimination exists and that makes me so alone on campus. Fortunately the second month comes new students and new students was apparently a race with me and her jaunty with anyone including me and she was my first friend, but unfortunately she did not long survive because she can not concentrate well on every lesson somehow because she did not want the story and she was not able to continue it. Six months I got a friend to talk to and now alone again. Hhhh ...
              Six months later ran with no friends but I got interesting lesson in English, French, learn to cook, learn about different kinds of vegetables, meat, kitchen items, hotel, bartenders, housekeeping, dining table arrangement ranging from breakfast, lunch , night, official events, meetings, and others to the history of Jakarta, Java and the history of the kingdom of the other islands in Indonesia, very interesting, including travel documents, ticketing and government regulations on tourism and how to look attractive as an ambassador for the nation in tourism .
              When dispersions to test ride student required per group and individual practice for guiding the current lesson study tour around Jakarta. I have no fear of the group but eventually may also, students are removed from the group that is the one group with me. One group of denied three peoples and we have a duty to train ranging from kitchen serving food until ready to eat. We even did for tasks in the kitchen, food preparation and food structuring the table. I did in the preparation of food from the kitchen to the ready room between. In tour I goto task tells the story of the old city. Hm ... interesting and thankfully we were a group of compact and timely. The result was not disappointing because our group was finally accepted our kitchen lecturer to help one that serves buffet catering events seven month of traditional Javanese. It was great and since even then I got a chef friend and duty but unfortunately when no one party place I was there as officers though what I am there? Hh ...
              I graduated with the third best in the hospitality and travel and since then, I began to be accepted by friends and lecturers too much to commend and recommend me the job. I began to receive training to work in a small restaurant and travel agent, unfortunately the restaurant was not developed even empty and only lasted three months. Dd ... In large travel agents when it is very exciting because many tour packages sold so big opportunity for me to learn and advance. Unfortunately once, because it is too large, the student training was so neglected and is not allowed to follow the tour packages. Ah, what should I do every day when it is not allowed to participate? Two months just sitting from morning to evening flurry senior attention without doing anything and can not help them.
              One time I was desperate to help with picking up the phone from customers and had been cautioned. Since then I did not dare to make their own decisions and quit the job training in place to not get a letter of reference from the company travel agent. Hhh ...
              I've been socially acceptable in my friends and they know my trouble at the time so they had invited me to the place that no one ever I visit but well liked by young children when the disco club. Cigarette smoke and the pungent smell spread throughout the darkened room with the lights blinking colorful music loud along with the song being top at that time.              
              Start learning smoking, drinking and fanfare sound of music and people dancing freely without rules. For what am I doing this? Just to be accepted as a friend. I was fortunate I had a strong faith and stamina so do not get drunk or falling drug. I just smoke and drink while they feast with rah-rah. However the within me feel guilty and uncomfortable, because I always lie with my mother. I also started to skip college just because it went along with a friend not for his own pleasure. Honestly I was not comfortable but I'm afraid of losing friends. Hhh ...
              My father was able to walk, though not perfect, and start working again with my mother opened a new company to start all over again helped by my sister and her cooperate boss extends enterprise networks and developing well, but I never got help again with the reasons I'm old enough to strive pay for college myself because my parents still have to pay for my brothers who started great and no college also there are still schools.
              Sometimes I envy my sister because they are funded study at university? But I can not do anything about it and it made ​​me even morelazy lingers at home. I'd rather stay out with friends who invited me to skip college for a walk or just spend time chatting elsewhere but I was trying to keep me from dropping out of school to look for work as a private teacher and waitress direstoran.
              The second year of college was coming to an end and as usual there must be a real working practice but this time not diperhotelan because I had to choose one, I'd choose the travel department because it is my goal to be a guide or tour leader, but I have to join a study tour of Java, Bali, Madura who held the school. I've worked as a private teacher, but my money is not enough to pay for a study tour and finally I will ask my parents, my mother gave it on condition that this is the last aid because there will be no help to me, I should be independently he said. Hh ...
              Study tour for twelve days was so fun once free of homework, free from my mother's cries of rage and test tour guide was running smoothly. I graduated yet rated to four from behind. My grades dropped drastically since I rarely college, spend time with friends didunianya young people who are full of noise and freedom. I was fortunate I could pass yet sad and disappointed as well and there is a sense of regret but regret is useless because everything is happening. Hhh ...
              Up to level three is the hardest, and I was no longer able to pay for college that administrative changes. System administration becomes credits and each subject has its price and should also obligate to pay annual and monthly money. I was forced to drop out because they could no longer pay for college, and I'm trying to find a job with two diplomas capital but unfortunately no one wants to hire me as an employee even though I had no vocational training certificate. Hhh ...
              My mother was happy when I heard I got out of college and my mom told me to learn accounting which will be funded by it to finish later for six months. I also think because there is no other way and resigned, had no college, no teaching and no job. M ungkin The best way according to i said the old man. I also agree financed accounting courses from basic to advanced, and I pass, unfortunately I did not get to take the certificate pass mark for skilled and proficient levels since that time my father died and was busy taking care of the letters my father's death complicated by government officials because I do not give tips and bribes to them. Hhh ...
              Two months after the death of my father, I got a job. "Huh, work calls? Never apply wrote yet?" It was my mother who applied and recommended me in the company of one of my mother's relatives only for three months of work replacing the assistant manager who was on leave out of the country for three months. I also obeyed to my mother to come to interview and test, and in fact without any tests I've been told to go the next day.
              A month before entering the company had a chance to work a week in a small company on the recommendation of married neighbor who will leave for one week. A week after I turned out the work replacing neighbor boss I'm glad it works up to be a new employee in the company I was side by side with the neighbors I once learned from him the ways to do the job. Unfortunately only lasted one month after that I resigned because I was hurting neighbors think I'm going to take his place in the company. Hhh ...
              The first day I worked at a company that replaces the assistant manager, I was well received by the manager and he likes to help me when I do not know, and eventually he was recommending me to be a permanent employee in the company's assistant manager after returning to work from vacation. I will be a permanent employee who handles the entire warehouse administration three years ago was raised to the rank of administration which handles the entire counter for one year, unfortunately there is some competition between mutual hanky panky workers including me in contact with the elbow and makes me want to resign. Hhh ...
              But I was wrong, my boss mutated me in accounting until I was safe from the elbow and can work in peace for two years, then transferred again gets finance help finance director, unfortunately back elbow nudging the position of assistant director of finance is so hard and I elbowed back but this time I was convicted despite there is no real evidence because I did not do it of course there is no real evidence. Finally I only lasted two years after the work was resigning because of the hurt and humiliation. Hhh ...
              My mother of course was angry with me because I quit and kept forcing me to find work immediately. I was sad and difficult no chance to ponder or think. I escaped to go with my friends traveling outside country spending a lot of money that I save from working hard in that company and went for a few days, but it did not help ease my burden, even new problems with pity rest money until then I decided to work as labor rough abroad. I was applying to be a domestic contract labor in Taiwan unfortunately only six months early and deported by reason that I can not work when the boss wants me to be a maid of his house instead of the factory according to the contract that I sign-signed and of course I refused to be like. It hurt and I was really insulted. Hhh ...
              Tried finding another job in the company had no one wants because companies prefer to recruit new workers fresh graduated with a lower salary than that experienced like me. Financial urgency is no longer possible to live and jobless made me finally I decided to work again this time illegally approved by my mother too. I think my mom said that I will be able to smooth the way so I ignored the opportunities to work abroad to other place that I love to go.
              Illegal work abroad path is smooth as a mother's blessing, unfortunately I was wrong way because of the nature of goodness and caring with people around me who I always did that made me so attentioned and the government was so evident I have lived illegally there yet because I'm a very good and caring, then I'm not arrested but allowed me to report myself to return home to my country. I wanted to go home because I didn’t feel safe and always there paparasi who chase me chase it were up to me in Jakarta, even when I was in Bali that I plan to find a work there. Unfortunately, I was too afraid to break the rules and paparasis are always following me already like ghost that interfere my life that made me should went out of Bali in a hurry. Hhh ...
              The house is supposed to be a place of my refuge is the opposite of what I expected. My mother never knew my trouble because I never talked about it. I was too scared to talk about my problems with my mother especially my trouble because my mother was too tough for her own life since my father dead. Hhh ...
Since childhood I was active as a member of the church, became activists even became a member of the leadership council in adolescent youth fellowship. My mother had told me that I should move to my clothes and stayed in church because I always come home late at night for the activities of the church, but I did not want to hear the words of my mother I even got out of the house as well simply because it could not stand spicy harsh words my mother against me.
              I was living alone in a boarding daughter for three years while working and activities in the church until I quit my job back home to my mother and to stop the activities of the church and then left the country to work there. Year - the year that was hard for me to find a safe resting place for the next life. Hhh ...
 Year after year for five years I leaded the effort to try to do own business or work well with my own or with others, but everything is different and I got out of the house because mother could not stand to see me that unemployment went every day and spent my time with shopping purposes everyday at home. I tried to press depress. Until one time I was not able to finance my life again, I came back to my mother’s house and live with her and I was still lucky a new job at school that I surrendered to even my salary was not according to my experienced and education. Hhh ...
              At first I felt insulted by the treatment of fellow workers whom low education and rough speech, fortunately, I always reminded myself that they acted in accordance with their education and life experienced that they tasted so just ignored it, as well as the teachers who puffed up with education and skill as a teacher with boasting and arrogant about the profession and the existing title in front of its name, unfortunately all never happened to me that could be fired in disgrace while I needed a job for life not for the title and dignity.
              My pride has been trampled and humiliated since returning from abroad and now I was doing for eating and my life. I should try to show that I did not deserve insulted because I've experienced it all more that I had experienced before this. Hhh ...
              Year after year one by one, people were proud and arrogant out either officially or unofficially though there are sycophants that resulted in him reach the position he had hoped. It is a foundation school officials admit I was no different from the teachers who boastfully g and arrogant, but all of a da time. Good Karma, Karma Good yielded too.
              Peoples in church were no different with people outside the church even more leads hypocrisy. Had meditate on why and how I was in church and outside the church, but I still do not get a definite answer and clear. Back and forth and in and out of the church just wants to find an answer, unfortunately never found. What I found was that I attend a church with the intention of listening to the Word of God and communion with other people without knowing for what I hear the Word of God.
It was late now if I still can be in community with them again like when I was still active in communion with my money as a pretext sell charity, treat friends at church in unity?
              As a brother with money, no money brother was drifted. Neither church, neither school, even neither my own family home, it was as if he had a patent proverb in the life of this world. What hurts when I need help from someone, including from my own family but I got with conditional aid and insulting. Regret deep in my heart, angry because insulted, humiliated sad, disappointed and ashamed of being helped are humiliated and insulted. Felt Unto death. My family is not a place I asked for help, but it is a place where I spend money for and that is my family. Hhh ...
In my ages, approaching fifty, I collapsed again. I swayed with friends who are happy together to spend my money. I bought them for friend because I feared no friends, bored at home, happy praised for the good and unnoticed all ultimately became a boomerang in me. I started to have a credit card debt exceeded my salary and I'm still provide benefits for mother and help alleviate household and family fun nieces and nephews who want to feel the pleasure of its world, so that makes me more and more debt I had to pay until I was no longer able to pay from my salary, I started with a bank loan with interest and it continues made me harder to pay debts, consequently bigger owe again and again with the interest owed. Hhh ...
              I could not explain to my family or anyone else that I had that much debt for helping my family and the people whom needed help from year to year. They'll never believe even considered me that I am the worst stupid people in this world. How could I help people with debt in the bank that's in fact no money in real? I could not explain the truth. When I asked my boss from the school to lend me money for paying my debt that is a big mistake I ever had and the stream of live made me owe a lot and could not afford it.
              However, these words became a boomerang for me and no one else is capable or willing to help me after seeing my debts and hear my story. They assumed I'm guilty of spending money to owe live. All my life had been destroyed already and there is no money for the rest of my days, that there is only a debt to be paid from year to year for five years even friendship and brotherhood broke out already and my debt is not paid. Hhh ...
              Really sorry I live in this world. Regret was born by a mother who issued curse words and despised even slandered against me. Sorry to have done well to do become a person who always helps even sacrifices for a friend or family by spending money without thinking about themselves whether they could afford or not, and now there I have to bear and pay a debt flows h. Hhh ...
              Want to die but fear of death, fear of life as well as abundant debt is not abundant money. Trying to do business online with zero capital and only receive a commission from the goods sold, was not unt ung obtained but losses due to b a rang of quality and should not have capital to buy in large quantities can only be the same commission should be no money as capital to profit but still lose because the goods are not as expected. Why does other people run the same business with me but thrive and succeed? Price and the same stuff just different of customers only and they could be accepted by their customers even constantly repeat order, while I'm here customers tried only once and no longer want because they said that the goods are not qualified to reason and expensiveness price. Lots of bad criticism that I have received and no profit nor repeat orders are received. Hhh ...
              A lucky I still continue to be accepted to work in schools and plenty of time to look for odd jobs odd jobs but never produce results that really ripe :D . Is it because I've been insubordinate to my mother because I menyes al born to him? Disappointed I was born by my mother because my own mother cursed me since I was little until now and I could not afford my own to live. Still be cursed as it once was even insulted and made ​​me many times thought to get out but I have not enough money to live alone to pay my debts. Mom regrets to live with me. Hhh...
              Can there be a chance for me to be successful in life? My life is filled with remorse, but still can not see the pain of people around me who made me forget the sorrow and directly help people selflessly makes me so manipulated by the cunning and who knows my weakness. A kibatnya I was getting worse, the debt still unpaid, already have a new debt again. Hhh ...
              If I could live abroad and work there, no one I know that there is only work, work and work continues because no one is complaining cases ulitan and hope pert Olong anku, so uangk u intact to pay the debt and could even save for the next life. If only there were people who wanted to take me to work in his company abroad, I am very happy because I'm out of the house with a fine and my mother would not condemn me when I came out, but thanks to that I received when out of the house because I can work more good and decent overseas. My mom will be happy when I work abroad away dar i home but make money, but I was no longer young. My age is already half a century and not as strong as a young child who recently graduated with a bachelor's degree. Hhh ...
I have to work abroad but, is there a place and a company that accepts me as an employee? Even as a dreamer does, if I am a wealthy man who has a lot of money! Where can I find that money, if I never join a lottere or having a lucky day in a lucky draw? Ha Ha ...
              Dreams have a lot of money is fun, dream my debt could be paid and easily helping people in needs. If, Bill Gates gives his money to me to handle helping people around here and help them to create jobs so after that they will rescue and no longer rely on aid money even they can help others to give jobs or creating jobs for those whom needs, I will pay my debts immediately with that job even I can save for my rest life or traveling around the world to live. Hhh ...
              Every dream is just a beautiful dream in my life. If I die today or this evening, of course, my family will curse me because I'm dead corpse in debt. Man should die leaving a good name and good memories during his lifetime not debt. How embarrassed and humiliated my corpse and I'm so sorry I was born into the world as long as my life is full of insults and curses and leave my debts without being able to pay. Hhh…

Maridj