Senin, 23 Maret 2015

MENJAGA LINGKUNGAN SEHAT

Menjaga Lingkungan Sehat


Apa sih Lingkungan Sehat itu? Mengapa kita harus menjaga Lingkungan Sehat dan apa untungnya kita menjaga lingkungan sehat? Itu pasti akan terpikir selintas dipikiran kita dan sudikah kita menjalankannya? Mari kita sama-sama sadar akan Lingkungan Sehat dan Menjaganya agar tetap sehat.

Lingkungan Sehat itu adalah lingkungan atau daerah yang bersih, tertib, teratur dan sejuk dipandang. Kita mulai dari dalam lingkungan rumah kita. Tentunya kita tiap hari membersihkan rumah dari sampah atau pun kotoran yang tidak kita inginkan. Dari rumah, sampah tersebut akan dibuang keluar rumah agar rumah menjadi bersih dan menjadikan rumah kita tempat kita beristirahat yang tenang dan segar, namun sampah dari rumah itu apakah kita buang sudah pada tempatnya?

Sampah dari rumah, tidak seharusnya dibuang keluar begitu saja. Sampah dari rumah kita, seharusnya kita kumpulkan dalam satu kantong plastik sampah. Tentunya sampah yang kita buang itu bermacam-macam dan akankah kita buang menjadi satu kantong plastik sampah saja? Mulai dari sinilah kita perlu sedikit pekerjaan untuk menjaga lingkungan kita tetap sehat, bersih dan teratur.

Sampah rumah itu terdiri dari bermacam-macam ragam sampah. Mulai dari sampah dapur dan keperluan sehari-hari disebut sampah barang kebutuhan primer, sampah barang-barang sekunder (baju-baju bekas, barang-barang metal/besi keperluan dapur seperti panci bekas, teko, sendok garpu, dan lain sebagainya), dari kaca seperti piring beling, gelas dan lain-lain, dari barang melamin/mica/plastik dan lain sebagainya, hingga sampai sampah barang tersier(barang elektronik seperti radio, televisi, telepon,kabel, barang dari kayu seperti bangku, meja, mebel, sofa, besi seperti obeng, paku, gunting dan lain-lain,barang dari kertas seperti koran, buku, majalah dan lain-lain, dari kaca,  dari plastic seperti bangku plastic, lemari plastic, ranjang busa dan lain sebagainya dan sampah-sampah tersebut tidak seharusnya disatukan menjadi satu sampah ditempat sampah. Mengapa demikian? Karena sampah-sampah sekunder dan tersier tersebut dapat didaur ulang/ diolah dan dipakai kembali walau ada juga yang tidak dapat didaur ulang atau dipakai kembali, barang-barang tersebut sebaiknya dikumpulkan disatu tempat untuk dimusnahkan/dibakar.

Sekilas kita dijelaskan sedikit sekedar mengetahui apa itu barang-barang primer, sekunder dan tersier? Barang sekunder adalah barang kebutuhan sehari-hari manusia untuk melengkapi kebutuhan primer seperti yang sudah disebutkan contoh diatas botol plastik bekas minuman atau botol plastik bekas cairan pencuci dan lain sebagainya.

Apa itu kebutuhan primer? Apa saja yang termasuk kebutuhan primer? Kebutuhan primer adalah kebutuhan utama dalam hidup misalnya makan, minum dan bernapas. Kita bernapas, makan dan minum setiap hari. Memerlukan udara yang bersih, makanan dan minuman yang sehat agar kita tetap sehat dan beraktifitas. Dengan adanya aktifitas napas, makan dan minum setiap hari, kita butuh udara bersih untuk bernapas, makanan dan minuman yang sehat dan pengolahannya makanan dan minuman tentu menghasilkan sampah yang harus kita buang. Akankah kita buang begitu saja? Tentu saja tidak. Kalau kita membuangnya sembarangan tentu akan mempengaruhi lingkungan kita. Lingkungan akan penuh sampah dan bau tidak sedap dan kotor. Jadi apa yang seharusnya kita perbuat agar lingkungan kita tetap bersih dan sehat?

Kita mulai dari udara yang kita hirup setiap saat untuk bernapas untuk hidup. Napas yang kita butuhkan adalah oksigen yang baik dan terproduksi dari tanaman dan napas yang kita buang adalah carbondioksida yang dibutuhkan tanaman untuk hidup. Jadi betapa pentingnya tanaman dekat disekitar kita. Dengan adanya tanaman disekitar kita membuat kita lebih lega bernapas. Benarkah kita dapat bernapas lega? Kita dapat bernapas lega bila udara sekitar kita bersih dan sehat. Untuk itulah pentingnya kita bersama-sama sadar diri akan pentingnya pohon-pohonan disekitar lingkungan kita. Selain baik untuk bernapas, akar-akar pohon juga menyerap air saat hujan lebat sehingga air hujan yang deras tidak menggenang jadi banjir karena diserap akar pohon sekitarnya, juga dapat menyejukan dari panasnya matahari.

Asap kendaraan dan rokok pun menjadi penyebab polusi udara. Oleh karena itu, diharapkan kita sadar diri, membeli minyak bakar kendaraan yang ramah lingkungan dan merokok tidak ditempat umum, sepanjang jalan ataupun didalam ruangan. Pemerintah juga diharapkan membantu membuatkan undang-undang atau peraturan untuk menertibkan atau mendenda orang-orang yang melanggar. Selain itu Pemerintah juga diharapkan untuk menguji setiap kendaraan yang lalu lalang, bila kendaraan berkedapatan polusi segera dihentikan dan dilarang beroperasi sampai diperbaiki atau diganti bahan bakar yang ramah lingkungan. Demikian juga dengan perokok. Sangat diharapkan Pemerintah tegas memberlakukan peraturan Dilarang Merokok sambil jalan, didalam ruangan, ditempat umum, ditaman. Dan Tegas mendenda orang-orang yang nakal dan bandel. Masalahnya Polisi sendiri merokok didalam postnya (ha..ha..ha…sangat ironis sekali). Oleh sebab itu KESADARAN DIRI PENTING.

Selanjutnya adalah makanan dan minuman yang kita makan sehari-harinya. Tubuh kita sendiri bila sudah tidak dipakai dalam tubuh pasti dibuang baik melalui keringat, air seni ataupun BAB(Buang Air Besar). Makanan dan minuman yang kita makan pun menghasilkan sampah dalam pengolahannya. Sampah tersebut ada yang disebut Sampah Organik dan Non Organik. Sampah Organik yaitu sampah dari sayuran,buah-buahan atau daging-dagingan yang tidak kita makan. Sampah Non Organik yaitu wadah yang digunakan untuk barang organic seperti kotak steroform, kantong plastic, bungkusan kertas atau plastic, tissue, sendok-garpu plastic, botol plastic atau barang-barang yang sudah diolah yang digunakan untuk membungkus atau menaruh barang-barang yang terbuat dari plastic ataupun dari kertas lainnya.

Jadi dari dapur rumah buanglah sampah dapur tersebut disatu kantong plastic untuk dibuang ketempat sampah organic. Sedangkan tempat atau bungkusannya bisa dibuang kesatu kantong plastic lain yang akan dibuang ketempat sampah non organic. Khusus untuk kaca atau beling dan kaleng ataupun bahan metal lainnya disatukan dalam satu kantong plastic lain lagi sehingga pada saat pembuangan sampah bisa ditaruh ditempat sampah non organic yang berwarna biru. Pemerintah Daerah dalam hal ini juga harus menyediakan tempat dan memberikan pengarahan pada para petugas untuk mengambil sampah organic setiap hari untuk dibawa ketempat daur ulang sampah organic langsung untuk dijadikan pupuk atau dikubur. Sedangkan untuk sampah non organic bisa diambil petugas sampah dua kali (2X) seminggu ataupun tiga kali (3X) dalam seminggu. Lalu dibawa ketempat pemilahan sampah untuk dipilah atau dipisahkan mana yang masih bisa didaur ulang mana yang tidak bisa. Yang bisa didaur ulang akan dibawa langsung ketempat pengolahan daur ulang, sedangkan yang tidak bisa akan dibakar habis. Demikian juga sama dengan sampah non organic untuk kaca atau beling dan kaleng atau bahan metal lainnya bisa dibawa petugas kebersihan saat mengangkut sampah non organic dari kertas atau plastic lain.

Lalu bagaimana cara membuang sampah barang-barang sekunder dan tersier? Barang-barang sekunder dan tersier biasanya tidak dibuang sesering barang premier, jadi bisa disatukan dalam satu kantong plastic ataupun dimasukan dalam dus dan dibuang ditempat sampah sesuai jadwal dari Pemerintah untuk pengambilan barang-barang sekunder dan tersier tersebut. Baiknya dari Pemerintah menjadwalkan pengambilan Sampah Sekunder itu seminggu sekali (1X). Sedangkan barang Tersier bisa dua minggu sekali (1X). Dari setiap Kelurahan harusnya memberikan pengarahan pada setiap RT (Rukun Tetangga) mengadakan tempat untuk membuang sampah sekunder dan tersier ini, sehingga tidak terbaur dengan sampah premier yang organic dan non organic dari setiap warganya.

Barang Tersier adalah barang pelengkap kehidupan jadi ya boleh ada boleh tidak, tergantung hasrat dan keinginan untuk memilikinya. Jadi tidak terlalu penting dalam tujuan hidup tapi penting untuk membuat kita nyaman menikmati hidup kita untuk mengendurkan otot dari kesibukan aktifitas rutin kita.

Sekarang kita lihat hidup kita, kita butuh Lingkungan Hidup kita yang Sehat dan Nyaman, namun apakah bisa Sehat dan Nyaman bila kita tidak peduli dengan yang ada disekitar kita? Peduli apa? Peduli terhadap sisa makanan yang kita buang, bau yang menyengat dari sampah, aliran air kotor/got yang mampet, lalu dimusim hujan banjir, dimusim kering panas sekali. Tentu, Tentu kita peduli itu tapi bagaimana? Semua sudah terjadi begitu saja akibat pembiaran dari pemerintah daerah dan keenakan warga untuk membuang sampah sembarangan.

Semua terjadi akibat dari kita juga yang tidak peduli dan tidak sadar akan Lingkungan sekitar kita. Disini juga pentingnya kita sebagai warga untuk sadar hidup dalam ketertiban dan teratur mentaati Peraturan Pemerintah. Pemerintah bekerja memberikan pengarahan dengan memfasilitaskan barang-barang dan tempat yang dibutuhkan secara umum untuk masyarakat dimulai dari setiap RT(Rukun Tetangga) hingga wilayah Propinsi sehingga masyarakat menyadari pentingnya perubahan mulai dari kebiasaan lama yang seenaknya tanpa ada rasa kesadaran untuk mentaati Peraturan menjadi hidup tertib dalam menjalankan peraturan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan bimbingan dari pemerintah, warga mulai diajarkan, diarahkan, diumumkan dan diberitahukan bahkan ditegur ataupun didenda sesuai Peraturan yang berlaku bila masih membandel untuk jadi taat pada Peraturan yang ditetapkan Pemerintah, sehingga dapat mewujudkan Lingkungan yang Bersih, Sehat, Tertib dan Teratur. Ada baiknya Pemerintah bekerjasama dengan media, sekolah, lembaga-lembaga masyarakat lainnya untuk membina masyarakat cara membuang sampah yang benar mulai dari membuang sampah organic-non organik, sampah daur ulang, sampah yang akan dimusnahkan, sampai buku, sampai perabotan rumah tangga, sampah elektronik dan lain-lain sampai cara membuang sampah sesuai jadwal pengambilan sampah oleh petugas kebersihan disetiap daerah baik berupa selebaran petunjuk berikut gambar, melalui radio, televisi, internet, pengajaran disekolah maupun dilembaga-lembaga masyarakat lainnya maupun dikantor-kantor swasta dan pemerintah sehingga masyarakat dapat diarahkan dengan tertib dan teratur

Mari kita lanjutkan pelajaran Lingkungan sehat ini satu per satu mulai dari rumah kita sendiri. Seperti yang telah dikatakan di atas tentang sampah dari rumah kita dimulai dari sampah dapur rumah kita.

Sampah dapur kita ada dua macam yaitu sampah organik/sampah basah dan non organik/ sampah kering.

Sampah organik yaitu sampah yang bisa kita gunakan lagi untuk kompos baik secara alami maupun setelah didaur ulang. Sampah organik/basah ini adalah sampah dari sayuran dan daging yang kita siapkan untuk dimasak dan dimakan termasuk sampah minyak bekas masak maupun air kaldu / air yang mengandung minyak. Tidak seharusnya cairan tersebut dibuang begitu saja kedalam got atau pembuangan air dari dapur tetapi kita harus memasukannya kedalam plastik untuk dibuang bersama dengan sampah organik lainnya termasuk sampah sisa-sisa makanan yang tidak bisa dimakan yang berupa sisa makanan yang tidak dimakan, sisa bubuk kopi tubruk, teh seduh, sisa cairan maupun bubuk makanan lainnya dan minyak bekas masak/menggoreng yang sudah tidak bisa digunakan lagi atau pun sisa air kaldu makanan. Kita satukan dalam satu plastik kantong sampah organik sehingga air yang kita buang ke got/saluran air kotor tidak ada lagi yang tercemar dan tidak mampet ataupun berbau akibat dari pembuangan sisa-sisa tersebut di got.

Pembuangan air dari tempat cuci piring, kamar mandi sebaiknya tidak ada kotoran-kotoran lain yang mengalir ke got/aliran pembuangan air lainnya yang dapat mengakibatkan mampet dan berbau seperti contoh sampah lainnya yaitu sampah pasir/debu rumah, tanah kerukan aliran air/got, daun-daun kering, rambut yang rontok, serpihan sabuk bekas bersih-bersih atau kain kotor/ usang bekas bersih-bersih, tissue bekas masak maupun tissue bekas kebutuhan pribadi termasuk diaper khusus wanita, diaper anak, diaper orang tua, sudah dalam keadaan rapih terbungkus tidak berantakan atau dibiarkan terbuka begitu saja berbau dan terlihat jijik, tetapi dalam keadaan terbungkus lalu dimasukan/disatukan dalam kantong plastik sampah non organik yang akan dibakar habis nantinya.

Sebaiknya dipisahkan dan ditaruh dalam kantong plastik yang tidak mudah bocor sehingga saat dibuang dan disatukan dalam kantong plastik sampah organik ataupun kedalam kantong plastic sampah non organik sesuai dengan karakter sampahnya menjadi tidak bocor dan tidak berbau. Dengan demikian air kotor yang mengalir dari rumah tidak akan mencemarkan lingkungan dan tidak tersendat/mampet akibat adanya kotoran-kotoran tersebut.
Bagaimana dengan plastik dan tempat-tempat bekas sampah sayur, daging dang sebagainya yang kita beli untuk dimasak dan yang diolah untuk makan? Ya kita buang juga tentunya kan, tapi tidak disatukan dengan yang organik. Sampah ini pun termasuk sampah non organik/sampah kering yang akan dibakar tapi tidak untuk dijadikan kompos melainkan dikembalikan kealam dibakar menjadi abu dan biar alam yang mendaur ulang secara alami dengan mudah atau bila masih bisa didaur-ulang dapat dibersihkan dan dikumpulkan untuk didaur-ulang kembali ditempat pengolahan daur-ulang sampah.

Untuk bahan dari kaleng/metal, kayu, steroform, plastik, mika atau lainnya yang digunakan sebagai wadah makanan atau lainnya, sebaiknya dibersihkan dari sisa-sisanya terlebih dahulu sehingga barang tersebut kering dan tidak mengundang banyak bakteri dan dapat disatukan menjadi satu sampah dengan sampah lainnya. Kita sebut sampah ini adalah sampah sekuler(sampah kebutuhan kedua rumah tangga yang biasanya dapat didaur ulang walau ada juga yang tidak bisa didaur ulang).

Bila ada kaca yang pecah atau barang tajam lainnya seperti pisau tumpul, pisau patah, pisau karat, paku, gunting patah atau barang tajam lainnya yang tidak dipergunakan lagi, baiknya dipisahkan tersendiri dibungkus dengan kertas/plastik/kain terlebih dahulu lalu masukan kedalam satu plastik sehingga dapat disatukan dengan sampah sekuler lainnya dan tidak melukai atau membahayakan petugas kebersihan atau pemulung yang mengambil barang-barang tersebut untuk didaur ulang.

Bahan elektronik seperti lampu, baterai, kabel dan compact disk dan lain sebagainya dapat dimasukan dalam plastic atau kardus dan dibuangnya disatukan dalam satu kantong sampah yang kita sebut sampah tersier/sampah pelengkap rumah tangga. Termasuk kertas-kertas bekas brosur, bulletin, buku, majalah, Koran, sofa yang usang, baju-baju bekas, kipas angin, jam dinding, barang-barang bekas kosmetik dan barang-barang bekas lain yang sudah tidak dipergunakan lagi (sofa tidak mungkin masuk dalam plastik sampah, bukan!) Disinilah, perlunya kerjasama antara pemerintah dengan warga.

Warga setelah memilah sampah dari rumah akan menempatkan sampah tersebut diluar rumahnya dan sangat dibutuhkan tempat untuk membuangnya. Perlu kerjasama dengan Pemerintah Daerah dari kelurahan baiknya menyediakan tempat sampah yang terdiri dari dua tempat yaitu sampah organik/sampah basah dan sampah non organik/sampah kering yang akan diambil setiap harinya oleh petugas kebersihan baik dengan gerobak sampah maupun mobil sampah dari setiap rumah warga dan satu lagi tempat sampah sekunder dan tersier yang akan diambil petugas dengan mobil sampah atau para pemulung sesuai jadwal mengingat lahan tanah yang minim apalagi dikota-kota besar, sampah sulit dicarikan tempatnya. Namun demi menjaga Lingkungan bersih dan sehat, mau tidak mau pemerintah harus mengusahakan lahan tempat sampah untuk sampah organik/non organik dan sampah sekunder/tersier tersebut disetiap RT(Rukun Tetangga) dan mobil kebersihan untuk mengangkut barang sekunder dan tersier ini yang umumnya relatif ada yang besar dan kecil.
Yang kecil dapat dikumpulkan oleh para petugas kebersihan gerobak/pemulung seperti barang-barang plastic yang bisa didaur ulang sedangkan yang tidak dapat didaur ulang barang-barang tersebut akan diangkut oleh mobil kebersihan untuk dikumpulkan disatu tempat untuk dimusnahkan/dibakar. Lahan untuk tempat sampah setiap RT tidak perlu besar, yang secukupnya saja dan pantas untuk dijadikan tempat sampah yang terbagi dan dijaga kebersihannya sehingga tetap bersih, teratur dan tidak berbau.

Lahan tempat sampah organik sebaiknya di pakai wadah tertutup yang bisa diangkat sehingga bila ada kebocoran dalam plastik dari warga tidak menjalar keluar tetapi akan tetap berada di wadah tersebut dan tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap keluar, demikian juga wadah untuk sampah non organik sebaiknya dengan wadah tertutup yang bisa diangkat sehingga tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap dan dapat mudah diangkat/diambil oleh petugas untuk dibersihkan setiap harinya.

 Lahan sebelahnya adalah tempat sampah sekunder dan tersier untuk barang yang bisa di daur ulang maupun yang tidak dapat didaur ulang. Lahan ini karena minim sebaiknya dijadwalkan pembuangannya sehingga petugas kebersihan tidak kewalahan membawanya. Misalnya untuk barang-barang daur ulang yang terbuat dari kaleng, besi/barang metal lainnya,plastik dan kaca yang pecah maupun tidak pecah, diangkut setiap hari Senin dan Rabu. Kertas-kertas berupa kertas brosur, bulletin, steroform, buku-buku, baju/kain bekas yang masih layak didaur ulang setiap hari Selasa dan Kamis. Dan untuk barang-barang tersier yang berupa elektronik, barang rumah tangga yang besar-besar lainnya yang rusak akan diangkut setiap hari Jumat. Sehingga petugas kebersihan maupun pemulung dapat mengambilnya sesuai jadwal dan tetap menjaga wadah dalam keadaan bersih dan teratur.

Dengan demikian rumah kita bersih, lingkunganpun dengan tempat-tempat sampah yang teratur dan tidak berbau juga aliran air kotor/got akan bersih dari sampah dan kotoran yang menghambat. Nyamuk pun akan berkurang karena lingkungan bersih dan teratur. Warga dapat tinggal tenang dan tidak mencium bau menyengat dari got maupun sampah lagi. Pemulung yang akan mengambil barang yang mereka mau pun tidak perlu bergumul dalam kebauan dan kekotoran lagi, mereka akan mengambil barang-barang yang mereka perlukan dilahan tempat sampah sekunder/tersier tersebut untuk didaur ulang. Petugas kebersihan pun juga tidak perlu bergumul dengan kebauan dan kekotoran yang tidak selayaknya ataupun memisahkan sampah-sampah mana yang akan dibakar atau didaur ulang, melainkan mereka siap mengangkut sampah-sampah yang sudah ditata rapi oleh warga untuk dibakar, dikubur atau dijadikan kompos maupun yang dimusnahkan untuk dibakar begitu saja.

Untuk Petugas Sapu Jalanan umumnya ada diwilayah perkotaan inipun harus dibimbing dan diarahkan untuk tertib dan tetap menjaga kebersihan bukan hanya sekedar menyapu bersih tanpa bertanggung jawab atas sampah-sampah yang sudah disapu itu. Kebiasaan yang jelek selama ini adalah petugas sapu jalanan menyapu jalanan dan memasukan sampah-sampahnya kedalam aliran air/got sepanjang jalan. Ada baiknya bila Petugas Sapu Jalanan bertanggung jawab pada jalanan yang akan disapu itu setiap sepuluh meter untuk satu orang petugas sapu jalanan dengan difasilitasi sapu jalanan, pengki/pengeruk sampah dan plastik tempat sampah, sehingga sampah tidak dibuang kedalam aliran air/got disepanjang jalan melainkan dikumpulkan dan dimasukan dalam kantong plastik sampah lalu diikat dan akan diangkut oleh gerobak sampah menurut wilayahnya, karena umumnya sampah jalanan berupa pasir dan daun kering, dapat dikategorikan dalam sampah non organik/sampah kering yang akan dibakar habis. Kebersihan dan kesehatan dari para petugas kebersihan pun harus diutamakan, maka sebelum mereka bertempur dengan sampah, mereka harus melengkapkan diri mereka dengan baju seragam tangan panjang dan celana panjang mereka, sarung tangan, pengikat kepala (bandana) atau topi bertali, penutup hidung dan mulut (masker), sepatu boot selutut sehingga mereka tidak mudah terluka ataupun mencium aroma yang tidak sedap dari sampah. Penting juga untuk check kesehatan sebulan sekali di Puskesmas adalah fasilitas dari Pemerintah untuk para Petugas Kebersihan agar tetap sehat dan stamina kuat dalam menjalankan tugas mulianya. Khusus para pemulung, pekerjaan yang patut dihargai dan juga pantas untuk diperhatikan kebersihan dan kesehatannya. Mereka pun pantas mendapatkan fasilitas masker penutup hidung-mulut, sarung tangan, penutup kepala/bandana dan plastik tempat sampah yang akan mereka angkut untuk didaur ulang. Ada baiknya para pemulung ini pun dibina agar tidak memberantakan tempat sampah yang lain melainkan turut andil dalam kebersihan lingkungan untuk menjaga tetap bersih, rapi dan teratur dalam mengambil barang-barang tersebut kalau bisa dipekerjakan sebagai Petugas Kebersihan disetiap Kelurahan.

Gerobak sampah maupun Mobil sampah yang mengangkut yang difasilitaskan pemerintah pun layak dijaga kebersihannya. Setiap hari gerobak dan mobil sampah mengangkut sampah-sampah yang berbau maupun tidak berbau ke tempat penampungan sampah daur ulang maupun sampah yang dimusnahkan/dibakar. Gerobak dan mobil ini pun harus dibersihkan setiap harinya sehingga tetap dalam keadaan bersih untuk kesehatan petugas yang bertanggung jawab. Ada baiknya Gerobak ditugaskan untuk mengambil sampah non organik saja setiap harinya, sedangkan Mobil sampah dapat mengangkut sampah organik setiap hari, mengingat sangat rentan akan adanya kebocoran dari plastik sampah saat mengangkut sampah dengan gerobak sampah. Sampah-sampah sekunder dan tersier akan diangkut sesuai jadwalnya akan lebih baik jika ada mobil kebersihan lain yang mengangkut, sehingga sampah-sampah tersebut pun akan terangkut semua tidak terganggu sampah primer yaitu sampah organik.

Air kotoran yang mengalir dari rumah-rumah warga tanpa sampah akan mengalir tanpa tersendat maupun terjadi pengendapan atas sisa kotoran dari rumah lalu mengalir ke aliran air got yang besar disepanjang jalan yang tidak ada sampah lagi menuju aliran ke sungai atau muara sungai yang tidak ada sampah maupun kotoran lagi lalu mengalir ke laut dengan bebas sampah tentulah akan mengubah alam kita jadi sehat pula. Lingkungan sekitar kita pun jadi bebas banjir, nyamuk pun jarang karena lingkungan yang bersih sehingga penyakit pun jarang terjadi karena dalam lingkungan yang bersih, tertib dan teratur menciptakan lingkungan yang sehat. Tanaman juga penting untuk ditanam disekitar kita, bila rumah kita tidak memungkinkan untuk bertanam tanaman, kita bisa gunakan pinggir aliran air got kita dengan menaruh pot-pot untuk tanaman ataupun menggarapnya menjadi tanah tanaman untuk hidup sehingga tanaman pun dapat menikmati aliran air got itu untuk pertumbuhannya. Dengan demikian area sekitar aliran air got pun menjadi tanah serapan air yang baik bila musim hujan tiba dan bila aliran air/got itu tidak ada sampahnya pun akan baik untuk tanaman dan tidak membahayakan tanaman karena tidak ada kotoran minyak atau pun sampah yang berubah menjadi racun untuk kehidupan tanaman sehingga menciptakan tempat yang teduh dimusim panas.

Bagaimana kalau kita keluar rumah dan membawa cemilan yang akan kita makan nantinya? Kebiasaan lama kita yang jelek adalah setelah makan dibuang begitu saja dipinggir jalan ataupun ditaruh ditempat tersembunyi seperti dibawah pohon pot-pot sepanjang jalan, membuangnya digot atau disungai atau melemparnya jauh-jauh entah kemana sekalian menjadi permainan kita. Kita tidak bertanggung jawab atas apa yang telah kita bawa dan perbuat (makan/minum) dan ini sungguh memalukan bila kita sadari. Sudah saatnya kita menyadari semua itu untuk kebaikan kita secara pribadi maupun secara luas lingkungan sekitar kita maupun diluar lingkungan kita. Bagaimana caranya kan kita tidak mungkin membawa sampah? Kenapa tidak? Apakah malu membawa sampah? Kenapa harus malu? Sebaliknya kita Bangga akan Sadar Diri dalam Membuang Sampah. Kalau tidak mau bawa sampah ya jangan membawa makanan untuk dimakan selama perjalanan, benar bukan?

Ada baiknya tidak makan dan minum minuman yang tidak ada tutupnya selama diperjalanan apalagi diangkutan umum. Mengingat rentannya terjatuh atau terserak akan mengotori angkutan umum tersebut dan berbau tidak sedap karena bercampur semua bau-bauan di angkutan umum termasuk merokok diangkutan umum dan merokok diangkutan umum itu sudah sangat mengganggu dan membuat angkutan umum tersebut semakin panas dan sesak untuk bernapas. Apalagi seenaknya merokok sambil jalan membuang asap rokok tanpa rasa bersalah. Itu sudah menyesaknya napas orang sekitarnya. Ada lagi merokok setelah makan diruang makan ataupun diwarung kecil atau kaki lima, mereka tidak peduli orang yang sedang makan akan tersedak karena asap rokok mereka, ini sungguh egois dan tidak punya toleransi terhadap sesama. Merokok itu boleh saja hanya jangan sampai menyesakan napas orang lain. Merokok itu harus ada tempatnya karena Perokok Pasif (Tidak merokok tapi menghirup asap rokok orang lain) itu lebih berbahaya dari yang merokok. Yang merokok sudah tahu bahwa merokok itu tidak sehat dan itu resiko mereka sendiri yang harus ditanggungnya. Tapi Perokok Pasif itu tidak sehat bukan kemauan mereka. Perokok Pasif mau sehat tapi dipaksa menghirup asap rokok dari orang yang merokok sembarangan. Akibatnya Perokok Pasif itu akan tidak sehat dan menanggung resiko yang seharusnya bukan resiko yang ditanggung. Untuk itulah Perlunya KESADARAN MEROKOK DITEMPAT YANG DISEDIAKAN. Bila tidak ada tempat untuk merokok ya jangan merokok dan jauhkan tempat itu, cari sendiri tempat yang tidak ada orangnya. Sepuluh Meter (10M) dari keramaian orang. Perlunya Pemerintah memberlakukan Undang-Undang Dilarang Merokok dikantor, disetiap ruangan umum, ditaman, disepanjang jalan, ditempat ruang tunggu, diruang makan-minum, kendaraan umum dan ditempat beradanya orang.

Mari kita biasakan hidup sehat, bersih, tertib dan teratur dimulai dari diri kita sendiri. Kita bisa makan selama dalam perjalanan kita bila kita memakai kendaraan pribadi beroda empat atau pun saat jalan kaki dan tentunya kita juga bisa membungkus rapi sampahnya dan dibuang ditempat sampah yang tersedia disetiap jalan atau kendaraan pribadi menyediakan tempat sampahnya tapi tidak untuk merokok karena merokok itu polusi udara. Merokok mengeluarkan asap yang menyebar luas kesegala arah. Tidak makan dan minum dikendaraan umum atau berjalan sambil makan disepanjang jalan yang tidak disediakan tempat sampah umum. Kita bisa minum dari tempat yang tertutup rapat yang dapat kita bawa dan makanan cemilan yang ditaruh dalam tas sehingga tidak berantakan dan sampahnya dapat disimpan sampai ditujuan untuk dibuang di tempat sampah yang telah disediakan.

Seringkali terlihat kebiasaan jelek yang harus diubah yaitu selesai makan dan minum dikendaraan umum dengan tanpa rasa bersalah seenaknya membuang dikolong/dibawah tempat duduk dengan tidak bertanggung jawab atas sampah tersebut. Kalau kita membungkus rapi sampah bekas kita makan tentunya kita pun tidak akan direpotkan oleh si sampah karena kita bisa membawanya dengan tidak mengeluarkan bau ataupun tidak memperlihatkan yang jijik dimata kita maupun dimata orang lain. Apalagi ibu-ibu yang membawa anak, biasanya mereka membiasakan kebiasaan jelek keanak-anaknya dengan memakan makanan didalam kendaraan sehingga berserakan remah makanan anak-anak ditempatnya, sungguh perbuatan yang tidak terpuji dan tidak bertanggung jawab. Hal inilah yang perlu diajarkan dan dibina oleh Pemerintah melalui Para Petugas dikendaraan dengan tegas melarang untuk kebersihan lingkungan, kalau alasan anak lapar, sebaiknya diturunkan dari kendaraan untuk memberi anaknya makan terlebih dahulu hingga kenyang baru naik kendaraan umum.

Demikian juga halnya dengan merokok maupun meludah, merokok maupun meludah sambil berjalan sepanjang jalan ataupun naik kendaraan baik kendaraan umum beroda dua, tiga maupun empat, maupun kendaraan pribadi itu tidak dibenarkan dan harus ada undang-undangnya. Pemerintah harus tegas dalam hal ini untuk Kesehatan dan Kebersihan Rakyatnya, karena asap rokok sangat mengganggu dan meludah sangat mengganggu orang lain disepanjang jalan membuat tempat jadi kotor dan menjijikan. Kebiasaan buruk kita selama ini adalah merokok dan meludah sembarangan/seenaknya tanpa rasa bersalah maupun merasa peka terhadap sekitar kita yang secara langsung maupun tidak langsung sudah terganggu akibat dari pencemaran kotoran diudara dan tanah sekitar.

Ada baiknya selama dalam perjalanan tidak merokok, tidak meludah diluar jendela dan bila meludah didalam kendaraan gunakanlah tissue sebagai penampungnya dan simpan didalam tas atau kantong baju/celana atau kantong plastik hingga saat turun dapat dibuang ditempat sampah bila kendaraan umum tidak menyediakan tempat sampah, tidak makan, tidak minum minuman yang tidak ada tutupnya ataupun makanan yang mudah berserakan supaya tidak berserakan dan dapat disimpan dalam tas atau dipegang dengan aman selama dalam perjalanan.

Kebiasaan merokok dan meludah ini pun harus kita mulai dari dalam rumah kita sebelum kita keluar. Biasakanlah merokok tidak didalam rumah atau pun dekat rumah tetangga dan tidak dekat dengan anak-anak, tetapi carilah tempat yang jauh dari lingkungan sehat dan carilah tempat yang tepat tempatnya untuk merokok sehingga udara yang dihirup oleh banyak orang disekitarnya tidak terganggu oleh asap rokok yang keluar hanya dari satu orang merokok dan meludah tidak sembarangan disekitar rumah maupun didalam rumah.
Tentunya didalam rumah, kita tidak mau terlihat kotor dan jijik hanya karena ludah yang dibuang bukan! Begitu juga diluar rumah, akan terlihat jijik bila ludah dibuang sembarangan. Lalu, dimana kita harus membuang ludah? Sebaiknya ludah dibuang dialiran air kotor/got yang mengalir atau bila tidak terlihat adanya got, kita bisa pakai tissue untuk membuang ludah dan tissue dapat dibuang di tempat sampah dengan tidak mengotori tempat sampah dengan ludah dan tidak terlihat tempat sampah itu menjijikan karena terlihat ludah terbuang sembarangan.

Bila ingin merokok dirumah ya silahkan karena itu hak asasi seseorang tapi asap rokoknya jangan sampai mengganggu tetangga dan sekitarnya, dengan demikian tetangga tidak merasa terganggu oleh kebiasaan merokok seseorang dan tidak merugikan orang lain. Namun tentunya akan merugikan orang-orang dekat didalam rumah. Misalnya seorang bapak merokok dirumah dan asap rokokpun tersebar keseluruh ruangan didalam rumah. Satu rumah penuh asap dan bau rokok hanya karena satu orang merokok dan kesehatan satu rumah pun menjadi terganggu. Bukan hanya yang merokok saja yang tidak sehat melainkan juga semua orang yang ada didalam rumah tersebut akan terganggu kesehatannya. Anak dan istri cepat sakit  sering batuk pilek (flu), pusing kepala, kadang disertai demam, rumah jadi terasa panas dan kumuh/kotor karena asap rokok dan debu rokok yang beterbangan. Memang tidak terlihat debu yang beterbangan seperti angin menyapu jalanan tapi bila lantai disapu pastinya akan terlihat debu bekas rokok. Maukah rumah kita penuh dengan debu dan asap? Semua itu tergantung dari diri kita sendiri, maukah kita hidup dengan lingkungan yang bersih dan sehat?

Hal meludah dan merokok pada tempatnya yang sudah kita biasakan dari rumah tentu akan membawa kebiasaan kita keluar rumah sehingga kita tidak merasa mengganggu orang atau pun mengotori tempat atau ruangan yang kita lewati atau kita tuju. Kebiasaan membuang sampah baik sampah dari dalam diri kita sendiri maupun sampah diluar diri kita pada tempat yang seharusnya kita buang akan memberikan kita hidup bersih, tertib dan teratur. Bagaimana bisa? Apa hubungannya hidup bersih, tertib dan teratur? Itu bisa dan saling berhubungan. Bila kita sakit batuk/pilek(flu) sebagai contoh tapi kita harus tetap bekerja atau beraktifitas diluar rumah, biasakanlah memakai masker dan membawa tissue agar tidak mengganggu lingkungan yang disebabkan oleh virus/bakteri yang ada di dalam diri kita. Dengan membawa tissue, kita akan membuang kotoran dari dalam diri kita dengan tissue, membungkusnya dan membuang nya ketempat sampah non organik membuat lingkungan sekitar kita pun tidak tercemar dengan bakteri/virus yang ada dalam diri kita. Dengan demikian walau kita dalam keadaan sakit tapi tetap bersih, tertib membuang sampah non organik kita ke tempat sampah dan teratur ditempat sampah non organik sehingga lingkungan tidak tercemar virus/bakteri dari diri kita. Lingkungan tetap bersih, tertib dan teratur dan kita pun akan cepat sembuh karena lingkungan kita mendukung dengan udara yang bersih, segar, tidak berbau dan virus/bakteri tidak menyebar jauh, tidak akan ada lagi banyak orang yang sakit melainkan akan banyak orang sehat karena lingkungan yang sehat dan kerja pun jadi semangat, hidup menjadi indah.

Ada baiknya Pemerintah menyediakan ruangan tempat merokok, sehingga para perokok yang ingin merokok tidak merokok didepan pintu atau sekitarnya dilingkungan terbuka karena asapnya tetap menyebar dan mengganggu orang sekitarnya. Ruangan tempat merokok pun sebaiknya tertutup dengan dilengkapi exaust fan/ cerobong asap keatas sehingga semua asap rokok tidak menyebar kemana-mana melainkan akan tersalur kecerobong asap tersebut ataupun melalui exaust fan yang menghadap keatas untuk pengeluarannya. Dengan demikian lingkungan pun bebas rokok dan lega untuk bernapas. Bila rumah dibiasakan jadi tempat merokok sebaiknya dilangit-langit rumah disediakan exaust fan yang bisa menyedot asap rokok keatas dan tidak menyebar kelingkungan luar, jika tidak ada exaust fan sebaiknya saat merokok tutup jendela yang berdekatan dengan tetangga sehingga tidak mengganggu tetangga dan lingkungan sekitar karena merokok.

Bagaimana kita menjaga Lingkungan kita tetap Sehat? Kebiasaan kita yang lama adalah Malas. Malas buang sampah, Malas tertib, Tidak Mau Diatur. Mulailah dari diri kita sendiri untuk bangkit dari kemalasan, membuang kebiasaan tidak teratur, membiasakan hidup tertib dan sehat. Disinilah Perlunya Ketegasan dari Pemerintah untuk memberikan sangsi atau denda kepada mereka yang membandel dalam hal perkara kecil ini. Perkara kecil namun berdampak buruk yang besar bagi masyarakat umum yaitu dampak buruk akan kebersihan dan kesehatan.
Bagaimana cara memulainya? Kita bisa memulainya dari rumah kita dengan membiasakan membuang sampah pada tempatnya, merokok, meludah tidak sembarangan, membersihkan aliran air got yang mampet dan membuang sampah-sampahnya ketempat sampah, bersama warga se RT (rukun tetangga) memperbaiki jalur aliran air got ke sungai dan menjaganya tetap bersih tidak ada lagi sampah yang terapung maupun terendap di aliran air got tersebut. Menanam tanaman disekitar aliran air got untuk penyerapan air, diusahakan ditanam disepanjang aliran air got sehingga membantu penyerapan air yang meluap bila musim hujan tiba dan meneduhkan saat musim kering tiba, baik kita maupun petugas keamanan setempat tidak segan menegur dan mengarahkan pemulung yang mengorek-orek sampah organik maupun non organik ke lahan sampah sekunder/tersier, kerja sama warga dengan dinas kebersihan dalam pengadaan lahan sampah organik dan non organik dan lahan sampah sekunder/tersier dan menetapkan jadwal pengambilan sampah sekunder/tersier dan setiap harinya sampah organik/non organik diangkut dinas kebersihan untuk dijadikan kompos atau pun dibakar maupun didaur-ulang.

Bagaimana dengan sampah warung kaki lima ataupun penjual gerobak sepanjang jalan yang hanya mampir atau berhenti ditempat ramai? Sama saja. Mereka harus dibina untuk pembuangan sampahnya dengan membuang sampah-sampah organic dan non organic mereka ditempat sampah besar bukan disepanjang jalan ataupun buang sembarangan di tempat sampah warga atau sungai. Mereka harus bertanggung-jawab atas sampah yang mereka ciptakan dalam menghasilkan profit businessnya sehingga mereka dapat membantu Pemerintah dalam Kebersihan Lingkungan Kota dan business merekapun lancar.

Sepertinya Pemerintah sudah harus memulai menanam tanaman untuk ditanam sepanjang jalan dan membentuk petugas penyiram tanaman dan petugas kebersihan baik petugas sapu jalanan, petugas gerobak sampah, petugas mobil kebersihan mengangkut sampah organik, mobil kebersihan mengangkut sampah non organik dan mobil kebersihan mengangkut sampah sekunder dan tersier, termasuk pembinaan dan bimbingan bagi pemulung yang juga turut membantu pemerintah dalam mengangkut sampah daur ulang. Dan juga seperti sudah dijelaskan diatas akan lebih baik bila Pemerintah tega member sangsi kepada yang membandel seperti yang sudah tertera dalam peraturan tentang didenda membuang sampah sembarang dijalan baiknya mulai diberlakukan lagi bahkan diperluas sangsi-sangsi untuk pelanggaran hal-hal yang mengganggu masyarakat umum, sehingga masyarakat sadar akan tertib hukum untuk hidup lebih teratur. Memang sulit mengubah kebiasaan yang sudah terbiasa sejak lahir sehingga tidak sadar hal tersebut merugikan diri sendiri dan masyarakat umum, namun dengan penerapan, bimbingan dan pembinaan serta sangsi-sangsi yang pemerintah terapkan tentunya masyarakat akan lebih patuh daripada mendengar ucapan dari seorang rakyat sehingga secara perlahan kehidupan dan kebiasaan buruk setiap orang pun secara perlahan diubahkan demi mentaati peraturan.

Ingat motto ini: dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat

Lingkungan akan sehat bila kita sadar akan kebersihan yang tertib dan teratur dijalankan sehingga membuat kita sehat dan jiwa pun sehat.

Masyarakat maju, Rakyat Maju, Indonesia pun Maju.

Pada umumnya Negara yang masyarakatnya hidup tertib teratur dan taat pada Peraturan Pemerintah adalah Negara yang Maju. Kita bisa belajar dari Negara-negara yang masyarakatnya tertib dan teratur seperti di Asia adalah Negara maju Jepang dan Negara-negara maju lain umumnya di Eropa.

Mari kita sadar diri untuk hidup lebih bersih, tertib dan teratur.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua di dunia.

Maridj